Guru yang bertugas di bagian registrasi, Nurhikma A Sp, mengatakan, data diri anak yang dicatat mencakup nama, usia dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK).
Setelah itu, anak-anak berkumpul di teras sekolah, menunggu namanya dipanggil petugas kesehatan. Sebelum divaksin, tekanan darah dan aspek yang terkait dengan kondisi kesehatannya diperiksa.
Berita Terkait :
Peringati HUT Ke-75, Yayasan Hang Tuah Makassar Lakukan Ini
Guru kelas 2, Asbiawati SPd, menambahkan, informasi mengenai kegiatan vaksinasi disebar via grup WhatsApp, setelah itu diadakan rapat orangtua siswa. Ada yang setuju, namun ada juga yang tidak. Lalu dia japri satu per satu mereka yang setuju.
Awalnya, hanya 13 yang setuju. Maka dia mulai kumpulkan datanya. Sampai pukul 21.00, ada tambahan 5 siswa lagi yang bersedia. Dia dapat info bahwa sudah ada 3 siswanya yang divaksin di luar. Jadi tidak ikut lagi di sekolah.
“Kalau trik khusus, rupanya anak lebih tertarik kalau yang ikut vaksin akan diistirahatkan hari Kamis sampai Minggu. Nanti kembali belajar pada Senin. Ini yang menarik bagi siswa kelas 2 ikut vaksin,” katanya.











