MAKASSARCHANNEL.COM – Membangun gerakan literasi harus dilakukan sejak dini, sehingga perlu dukungan buku cerita berkualitas untuk anak. Terutama buku cerita rakyat yang sarat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
“Kita butuh penulis cerita anak yang akan menghadirkan buku-buku bermutu, untuk menggerakkan literasi di masa depan,” kata Ketua Harian Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Sulawesi Selatan (LAPAKKSS), Yudhistira Sukatanya, Sabtu (3/4/2021).
Yudhistira menyebut, itu alasan kegiatan Sastra Sabtu Sore, kali ini, hadir mengusung tema Yuk, Ngobrol Buku Anak. Momennya tepat, karena diadakan dalam rangka Hari Buku Anak Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 2 April. Kegiatan ini diadakan atas kerjasama LAPAKKSS dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sulsel.
“Terima kasih kepada Bapak Hasan Sijaya, Kepala DPK Sulsel, yang begitu responsif terhadap kegiatan literasi yang digagas teman-teman,” kata pria yang akrab disapa Kak Yudhi itu.
Obrolan santai Sastra Sabtu Sore ini diadakan di Taman Baca Masjid Ashabul Jannah DPK Sulsel, Jl Sultan Alauddin Makassar. Hadir sejumlah penggiat literasi, penulis, sastrawan, pustakawan, dan pemerhati sastra seperti Bachtiar Adnan Kusuma, Muhammad Amir Jaya, Idwar Anwar, Heri Rusmana, Kak Heru, Rusdin Tompo, dan Andi Asmar.
Berita Terkait :
Bincang Sastra Bersama Mahrus Andis Di Kafe Baca
Acara bincang-bincang dan pertunjukan sastra dengan konsep taman yang dipandu oleh Shafira Devi Amorita ini, menghadirkan Madia S Nura, penulis buku cerita anak Sulsel.
Madia, yang dikenal juga sebagai pendongeng, hadir berbagi pengalaman seputar buku-buku yang ditulisnya. Dia mengaku mulai menulis buku cerita anak tahun 2017, setelah menang sayembara yang diadakan Balai Bahasa Sulsel. Setelah itu, dia ditawari menulis buku cerita anak Sulawesi Selatan.












