BERITA TERKINIPARTAI POLITIKPOLKUMHAM

PKS Dukung Opsi Pemilu Dan Pileg Terpisah

×

PKS Dukung Opsi Pemilu Dan Pileg Terpisah

Sebarkan artikel ini
Partai Keadilan Sejahtera atau PKS dukung opsi Pemilihan Umum dan Pileg terpisah dalam RUU Pemilu untuk 2029
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Kholid

MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera atau PKS dukung opsi Pemilu dan Pileg terpisah dalam RUU Pemilu untuk 2029.

Sekjen PKS Muhammad Kholid menilai, pemisahan itu penting agar syarat pencalonan pasangan presiden dan wakil presiden menggunakan suara baru hasil Pileg 2029.

“Pertama, yang penting untuk dibahas terlebih dahulu adalah tiket Pileg mana yang mau digunakan? Kami melihat bahwa Pilpres 2029 seharusnya menggunakan hasil Pileg 2029,” kata Kholid, Rabu (23/9/2026).

Dia meyakini, hasil Pileg 2024 dan 2029 akan sangat berbeda. Sehingga, seyogyanya para pendukung presiden adalah hasil suara di pileg terbaru.

Oleh karena itu, lanjut Kholid, PKS mendukung opsi untuk mendahulukan Pileg dari Pilpres pada 2029 mendatang.

Rekayasa Konstitusional

“Jadi opsi mendahulukan Pileg sebelum Pilpres akan lebih baik. Sehingga hasil Pileg 2029 menjadi basis untuk mengusung di kandidat Pilpres 2029,” ujar Kholid.

Di sisi lain, kata Kholid, hasil Pileg nantinya tetap bisa bermanfaat untuk syarat pencalonan Pilpres lewat rekayasa konsitusional sesuai putusan MK.

Menurut dia, meski MK telah menghapus syarat ambang batas pencalonan presiden, konstitusi tidak melarang gabungan parpol mengusung pasangan capres-cawapres.

“Karena kalau merujuk di UUD NRI 1945, capres-cawapres diusung oleh satu partai politik atau gabungan beberapa partai partai politik. Dua duanya konstitusional,” kata Kholid.

Desain Pemilu

Anggota Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia kembali membuka wacana perubahan desain pemilu seiring rencana pembahasan RUU Pemilu di komisinya dalam waktu dekat.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu mengusulkan agar pemilihan Pileg dan Pilpres kembali digelar terpisah, setelah dalam beberapa pemilu terakhir digelar bersamaan.

“Kami memang sejak awal mengusulkan agar ketiga jenis pemilu yang kita miliki, Pileg, Pilpres, dan Pilkada sebaiknya diselenggarakan terpisah, tidak ada yang disatukan,” kata Doli dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026). ***

Baca Juga  Kunjungi Bawaslu Sulsel, Anggota DPRD Soppeng Bahas Ini

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….