“Akhirnya, bayi kami dirujuk ke Rumah Sakit Tenriawaru Bone. Itu pun, atas inisiatif kami yang menghubungi keluarga kami yang bekerja di Bone. Karena kalau kami bertanya ke petugas medis, alasannya bahwa rumah sakit Bone belum ada tanggapan,” kata Firman.
Dikatakan, “Nanti pada pukul 19:30, barulah bayi kami dirujuk ke Rumah Sakit Tenriawaru Bone dengan menggunakan ambulance dan mendapat perawatan yang baik di Bone. Meski bayi kami akhirnya meninggal Senin malam.”
Berita Terkait :
Kota Sinjai Banjir
“Kami menduga, bayi kami tidak mendapatkan perawatan maksimal. Sekitar 12 jam bayi kami tidak mendapatkan perawatan akibat dan berbelit-belitnya proses administrasi di Rumah Sakit Sinjai,” sesal Firman.
Terkait kasus tersebut, Direktur Utama RSUD Sinjai, dr Kaharuddin Anies, yang dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2020), mengatakan, ibu bayi itu masuk rumah sakit dengan usia kehamilan 32-34 minggu dan melakukan persalinan melalui cesar pukul 01.20 Wita.













