BERITA TERKINIRAGAM INFO

Bayi Lahir Prematur Di RSUD Sinjai Masuk Inkubator Rusak, Ini Akibatnya

×

Bayi Lahir Prematur Di RSUD Sinjai Masuk Inkubator Rusak, Ini Akibatnya

Sebarkan artikel ini

Bayi lahir dengan berat 1.850 gram. Karena tergolong BBLR dan perlu penanganan khusus, maka bayinya dirawat di perinatologi dan diambulasi menggunakan inkubator transport dari kamar operasi ke ruang perinatologi.

Pada saat di perinatologi, lanjut Kaharuddin, bayi dipindahkan ke inkubator yang tersedia di ruang perinatologi. Namun karena suhu di inkubator yang digunakan tidak maksimal, maka bayi diberi beberapa intervensi untuk mencegah hipotermi sesuai prosedur. Di antaranya membedong bayi dan membungkus plastik sambil memantau kondisi bayi dengan mengamati saturasi.

“Hingga bayi dirujuk dan selama masa rujukan, saturasi pasien baik. Tidak ada keluhan dan bayi kuat menangis. Indikator ini menunjukkan bahwa bayi dalam kondisi stabil,” katanya.

“Atas keterlambatan administrasi, itu di luar kendali RSUD Sinjai karena kendala jaringan dan harus menunggu respon dari rumah sakit penerima,” jelasnya.

Rumah sakit tujuan yang pertama, menurut dr Kaharuddin tidak menerima karena tidak tersedia inkubator yang dibutuhkan, sehingga dialihkan lagi ke RSUD Tenriawaru.

Dijelaskan pula bahwa dalam waktu dekat, RSUD Sinjai akan menambahkan dua inkubator baru dan sementara membenahi inkubator yang saat ini tidak berfungsi maksimal. (fir)

Tinggalkan Balasan