BERITA TERKINIEDUKASI

PFI, HFI, dan FoZ Kolaborasi Atasi Dampak El Niño di Sulsel

×

PFI, HFI, dan FoZ Kolaborasi Atasi Dampak El Niño di Sulsel

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi
Filantropi dan Pemerintah Bersatu Hadapi El Niño

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Perhimpunan Filantropi Indonesia berkolaborasi dengan Humanitarian Forum Indonesia (HFI) dan Forum Zakat (FoZ) menyelenggarakan Philanthropy Learning Forum #85 Chapter Makassar secara daring melalui platform Zoom hari ini. Mengusung tema “Sulsel Tangguh: Sinergi Filantropi Melawan Krisis El Niño”, forum ini membahas tuntas langkah-langkah mitigasi praktis guna melindungi masyarakat terdampak.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan luar biasa dengan kehadiran 101 peserta terdaftar dari berbagai latar belakang. Selama sesi berlangsung, para peserta tampak sangat antusias, yang terlihat dari banyaknya pertanyaan mendalam terkait implementasi teknologi panen air hujan serta dinamika koordinasi di lapangan antara lembaga sosial dan pemerintah daerah.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulsel, anomali suhu muka laut menunjukkan indeks IOD sebesar +0.93 pada akhir April 2026. Kondisi ini memicu hari tanpa hujan yang mulai meluas di wilayah timur dan utara Sulawesi Selatan.

Zona Merah Musim Kemarau Narasumber BMKG Sulsel, Bapak Nasrol Adil, S.Si.,M.T selaku PLT Kepala Balai Besar MKG Wilayah IV Makassar mengungkapkan bahwa tiga zona musim (ZOM) telah resmi memasuki musim kemarau, yaitu wilayah Kepulauan Selayar (Sulsel 1), sebagian Takalar, Jeneponto, dan Gowa (Sulsel 2 & 3).

“Kami memprediksi intensitas El Niño berada pada level sedang, namun masyarakat tetap perlu waspada terhadap ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran lahan,” ujarnya.

Langkah Mitigasi dan Kolaborasi Strategis Menghadapi tantangan ini, pemerintah provinsi menekankan perlunya sinkronisasi data antara otoritas lokal di 24 kabupaten/kota. Bapak Dr. Amson Padolo, S.Sos.,M.Si selaku Kepala Pelaksana BPBD Prov. SulSel menekankan bahwa kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat kelurahan melalui patroli terpadu dan program pencegahan pembakaran lahan secara insentif.

Sementara itu, Koordinator PFI Chapter Makassar Bapak Amir, S.T., M.M., menyoroti pentingnya keterlibatan sektor filantropi.

“Kolaborasi strategis antara pemerintah, LSM, dan lembaga zakat akan mempercepat mobilisasi sumber daya. Dengan mengintegrasikan keahlian teknis dan dana sosial, kita bisa menciptakan dampak yang jauh lebih besar daripada bekerja sendiri-sendiri,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi, Direktur Eksekutif Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Ibu Widowati, S.Sos., memaparkan sejumlah program prioritas pra-bencana yang menjadi fokus aksi nyata di lapangan. Upaya tersebut mencakup program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) melalui pembangunan sumur resapan, instalasi panen air hujan, hingga teknologi desalinasi air payau di wilayah pesisir. Selain itu, pengawasan ketat melalui gerakan “No Burning” dan pemetaan kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, serta anak-anak menjadi prioritas utama agar distribusi bantuan dan perencanaan program lebih tepat sasaran.

Melalui forum ini, seluruh elemen yang hadir sepakat untuk memperkuat tata kelola yang transparan dan mekanisme pelaporan yang efisien. Harapannya, gerakan “Sulsel Tangguh 2026” ini mampu meminimalisir dampak ekonomi serta sosial bagi seluruh lapisan masyarakat yang terdampak kekeringan di Sulawesi Selatan.

*Tentang Perhimpunan Filantropi Indonesia:*

Perhimpunan Filantropi Indonesia adalah organisasi nirlaba dan independen yang didirikan untuk memajukan sektor filantropi di Indonesia sehingga dapat berkontribusi pada pencapaian keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan. Tujuan kami adalah untuk memajukan kepentingan filantropis, mulai dari pemberi hibah, manajer dana, perantara atau penerima manfaat, atas dasar kemitraan, kesetaraan, keragaman, keadilan, universalitas filantropi, dan kebangsaan Indonesia.

Misi strategis kami adalah untuk meningkatkan jumlah dan kualitas filantropi di Indonesia sebagai sarana untuk memperkuat peran masyarakat sipil di negara ini dalam pembangunan sosial, kemanusiaan, dan lingkungan melalui penguatan infrastruktur kelembagaan dan pengembangan ruang untuk filantropi dan sektor nirlaba.

Untuk mendukung misi strategisnya, Filantropi Indonesia telah mengembangkan ‘Philanthropy HUB’ sebagai pusat operasionalisasi kegiatannya. Melalui ‘FIlantropi Hub’, Filantropi Indonesia akan menjadi platform utama bagi para dermawan dan pemimpin pemikiran yang kredibel untuk mendorong pengembangan ekosistem filantropis di Indonesia dalam rangka mencapai pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, sebagai perpanjangan tangan Perhimpunan Filantropi Indonesia di tingkat daerah, Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) Chapter Makassar dibentuk pada Oktober 2024. Kehadiran Chapter Makassar ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring filantropi yang lebih lokal, kontekstual, dan responsif terhadap berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan di Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kami, silakan kunjungi https://filantropi.or.id/.

Kontak Media

Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI)

Email: info@filantropi.or.id

Website: www.filantropi.or.id

Tinggalkan Balasan