BERITA TERKINIRAGAM INFO

Tokoh Pemuda Ingatkan Waspadai ”Penumpang Gelap” dalam Perjuangan Provinsi Luwu Raya

×

Tokoh Pemuda Ingatkan Waspadai ”Penumpang Gelap” dalam Perjuangan Provinsi Luwu Raya

Sebarkan artikel ini
Tokoh Pemuda Ingatkan Waspadai ''Penumpang Gelap'' dalam Perjuangan Provinsi Luwu Raya yang tidak sesuai komitmen
Listan (Foto: Ist)

MAKASSARCHANNEL – Tokoh pemuda Luwu Raya, Listan, mengapresiasi langkah Tim Pemekaran Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonom Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya yang baru-baru ini melakukan pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman.

Baca Juga: Di Hadapan KSP, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Jadi Agenda Strategis Nasional

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi tonggak penting yang semakin menguatkan posisi perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya di tingkat nasional.

Dalam keterangan tertulis kepada media, dari Belopa, Kabupaten Luwu, Sabtu (18/7/2026), Listan mengatakan pertemuan tersebut merupakan perkembangan yang sangat positif. Sebab, membawa isu pemekaran Provinsi Luwu Raya ke dalam kerangka kepentingan strategis nasional.

Baca Juga: BPP DOB Provinsi Luwu Raya Matangkan Langkah Strategis di Jakarta

“Ini adalah langkah yang sangat maju. Perjuangan Provinsi Luwu Raya kini semakin memperoleh ruang dalam pembahasan strategis di tingkat nasional. Tentu ini semakin mendekatkan harapan masyarakat Luwu Raya,” ujar Listan.

”Penumpang Gelap”

Ia menilai, perkembangan tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Luwu Raya. Agar tetap menjaga soliditas dan konsistensi perjuangan.

Menurutnya, semakin dekat sebuah cita-cita diwujudkan, semakin besar pula kemungkinan munculnya pihak-pihak yang mencoba mengganggu arah perjuangan.

Baca Juga: Soal Kelayakan Provinsi Luwu Raya, Ini Hasil Kajian IPDN

Listan mengingatkan seluruh Wija to Luwu agar tetap berpegang pada garis perjuangan yang telah disepakati bersama. Agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang berpotensi memecah konsentrasi gerakan.

Listan bahkan menyinggung kemungkinan munculnya “penumpang gelap“. Potensi ini memanfaatkan momentum semakin terbukanya peluang pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Pernyataan itu, menurutnya, relevan menyusul kembali mencuatnya wacana memasukkan wilayah Toraja ke dalam cakupan Provinsi Luwu Raya.

Baca Juga  Soal Kelayakan Provinsi Luwu Raya, Ini Hasil Kajian IPDN

Baca Juga: Tuntas, Konsolidasi BPP DOB Provinsi Luwu Raya dengan Empat Kepala Daerah

Tidak Memasukkan Toraja

Wacana tersebut kembali mengemuka setelah adanya usulan dari anggota DPR RI, Frederick Kalalembang, kepada Kepala Staf Kepresidenan pada Sabtu (18/7/2026).

Menanggapi hal tersebut, Listan menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak pernah memasukkan wilayah Toraja sebagai bagian dari usulan wilayah administratif Provinsi Luwu Raya

Menurutnya, komposisi wilayah calon Provinsi Luwu Raya telah lama menjadi kesepakatan bersama dan tidak perlu diperdebatkan kembali.

“Tidak ada Toraja dalam agenda pembentukan Provinsi Luwu Raya. Hanya ada Luwu, Palopo, Luwu Tengah, Luwu Utara dan Luwu Timur. Itu sudah final dan menjadi bagian dari konsensus perjuangan seluruh elemen masyarakat Luwu Raya,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat menghormati proses dan sejarah panjang perjuangan masyarakat Luwu Raya dalam memperjuangkan daerah otonom baru tersebut.

Menurutnya, setiap aspirasi daerah memiliki ruang untuk diperjuangkan. Namun tidak seharusnya mengubah substansi perjuangan yang sudah menjadi kesepakatan masyarakat Luwu Raya selama bertahun-tahun.  ***

Tinggalkan Balasan