La Sirama berharap, buku sederhananya itu memberi manfaat bagi banyak orang. Karena tak hanya bercerita tentang kisah hidupnya yang sejak kecil jadi anak yatim. Tapi juga bisa jadi motivasi bagi angkasawan dan angkasawati RRI dalam memberikan layanan publik di bidang penyiaran. Ia mengaku senang karena respons orang-orang yang mengenalnya atas terbitnya buku ini begitu postif, setelah diposting di medsos.
“Tadinya, saya rencana mau luncurkan buku ini di Kendari pada saat ulang tahun RRI Kendari, tanggal 27 Juli 2021. Tapi karena ada pandemi Covid-19, rencana itu belum bisa dilakukan,” kata suami dari Suriya dan ayah dari Hidayatullah Mawaleda, Rahmat Mawaleda, dan Tri Rahayu Mawaleda itu.
Berita Terkait :
Sekolah Menulis K-Apel Hadirkan Rusdin Tompo
Rusdin Tompo memang rutin menyetor buku-buku yang ditulis atau yang disuntingnya ke DPK Sulsel, sebagai bagian dari ketaatannya melaksanakan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, yang mewajibkan penerbit, produsen, dan warga negara menyerahkan karyanya ke Perpustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Umum Provinsi untuk koleksi dan pelestarian hasil budaya bangsa dalam rangka menunjang pembangunan melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada awal tahun 2021, sebagai editor, ia sudah menyerahkan buku berjudul Canada Taught Me terbitan Anom Pustaka, Yogyakarta, kepada DPK Provinsi Sulsel. Buku yang memuat kisah inspiratif gerakan koperasi itu ditulis oleh Arman Arfah, yang dikenal sebagai tokoh penggerak koperasi.
Sebagai penulis dan editor, Rusdin Tompo, tahun ini, sudah merampungkan beberapa buku, antara lain Menjadi Aktivis Merdeka, Kabar dari Sekolahku, dan Kantin Sehat Kosamja. Dia juga tengah menyelesaikan penulisan buku keluarga Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Drs Halim Pagarra MH berjudul Keluarga Pagarra. (har)













