“Kami terinspirasi dari cara Nabi Yusuf AS menjaga ketahanan pangan negara, mulai dari optimalisasi produksi pangan, managemen logistik pangan, mitigasi bencana kerawanan pangan, hingga deteksi dini dan prediksi anomali iklim sert cuaca. Dengan Superqurban jutaan ton daging kurban yang habis tiga hari dapat dioptimalkan menjadi cadangan makanan sebagai ikhtiar terwujudnya ketahanan pangan Indonesia,” kata Irvan Nugraha.
Dia mengatakan, Rumah Zakat meluncurkan dua program kurban, yakni ; Superqurban dan Desaku Berqurban. Superqurban adalah optimalisasi daging kurban yang diolah menjadi kornet, rendang atau kari sehingga manfaatnya besar dan pendistribusiannya lebih luas sepanjang tahun.
Baca Juga :
Rumah Zakat Sulsel Bagi Paket Sembako Lebaran Untuk Ibu-Ibu K-Apel
Sedangkan Desaku Berqurban adalah program kurban yang didistribusikan di desa minim pekurban, sehingga masyarakat desa bisa merasakan kebahagiaan di hari raya kurban.
Dijelaskan pula bahwa untuk mengedukasi terkait manfaat Superqurban kepada masyarakat, Rumah Zakat menggandeng seorang dai muda yang juga influencer dakwah Koh Dennis Lim.
Dia mengatakan, program Superqurban yang dimiliki Rumah Zakat menjadi pilihan yang paling tepat agar distribusi kurban bisa sampai kepada mereka yang lebih membutuhkan.
“Selama ini orang-orang yang mampu berkurban biasanya di kota, orang-orang kayanya di situ dan karena keterbatasan daya tahan daging yang tidak lama, jadi pembagiannya juga di sekitar kota saja, bisa jadi mereka sudah biasa makan daging. Bagaimana mereka yang dipelosok, yang mampu berkurban terbatas, meskipun ada ternyata lebih banyak orang yang berhak menerimanya, superqurban yang di olah menjadi kornet dan rendang bisa menjawab permasalahan ini,” tutur Koh Dennis. (her)












