BERITA TERKINIRAGAM INFO

Memperingati May Day di Makassar dengan Jalan Santai 

×

Memperingati May Day di Makassar dengan Jalan Santai 

Sebarkan artikel ini

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bersama para buruh memperingati Hari Buruh (May Day) 2026 di Makassar dengan jalan santai (fun walk), Jumat (1/5/2026).

Selain jalan santai, ada rapat akbar atau fair gathering bagi buruh yang ingin berorasi, panggung rakyat, dan bazar UMKM.

Baca Juga: Polda Sulsel Siapkan 2.181 Personel Kawal Hari Buruh

Rangkaian kegiatan dipusatkan di Lapangan Karebosi.

Rute jalan santai atau jaan sehat mulai dari Jalan Ahmad Yani, melintasi Jalan Jenderal Sudirman.

Kemudian Jalan Kartini, belok kiri Jalan Kajaolalido, lalu Jalan Usman Jafar ke Jalan Sultan Hasanuddin.

Kemudian dari Hasanuddin, ke Jalan Slamet Riyadi, lalu kembali finis di Jalan Ahmad Yani Lapangan Karebosi.

“Hari ini adalah Hari Buruh, dan seluruh buruh harus gembira pada hari ini,” ungkap Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin kepada peserta jalan santai dalam sambutannya.

Wali Kota Makassar mengatakan semangat kolaborasi menjadi kunci utama terciptanya hubungan industrial yang sehat antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha.

“Ini adalah hasil kerja sama antara pemerintah dengan seluruh serikat dan juga para pengusaha untuk melebur menjadi satu dalam rangka memperingati May Day tahun 2026 ini,” ungkapnya.

Munafri mengatakan, para buruh adalah pilar penting dalam pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.

“Karenanya, di momentum Hari Buruh ini, kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, kerja keras, dan semangat para pekerja,” katanya.

Ruang Dialog

Sementara Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Akhmad Rianto mengatakan, keterlibatan pemerintah dalam peringatan May Day membuka ruang dialog dan kolaborasi, menjadi langkah maju.

Terutama dalam membangun hubungan yang lebih konstruktif antara buruh dan pemangku kebijakan.

Ahmad menyebutkan, peringatan May Day kali ini melibatkan berbagai elemen. Tidak hanya buruh, tetapi juga petani, pedagang kaki lima, pedagang tradisional.

Kritik Buruh

Dalam kesempatan itu, Akhmad Rianto menegaskan perayaan May Day bukan sekadar seremoni. Peringatan ini bagian bagian dari perjuangan untuk mendorong kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Menurut Ahmad, pentingnya kolaborasi antara buruh, pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh komponen bangsa dalam membangun negara.

Akhmad menegaskan kritik yang selama ini disampaikan para buruh, pedagang, maupun mahasiswa harus melihatnya sebagai masukan konstruktif bagi pemerintah.

Ia mengatakan buruh dan elemen masyarakat lainnya merupakan bagian dari “soko guru” perekonomian yang memiliki peran strategis dalam pembangunan.

Turut hadir di kegiatan jalan santai akil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan Jayadi Nas. Hadir juga, Kapolrestabes Kota Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda dan jajaran kepala SKPD Kota Makassar. ***

Tinggalkan Balasan