BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Fahidin HDK Anwar Purnomo Bersaing Rebut Ketua PKB Bulukumba

×

Fahidin HDK Anwar Purnomo Bersaing Rebut Ketua PKB Bulukumba

Sebarkan artikel ini
Dari 44 calon, kini, tersisa Fahidin HDK dan Andi Anwar Purnomo bersaing ketat memperebutkan kursi Ketua PBK Bulukumba

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Dari 44 calon, kini, tersisa Fahidin HDK dan Andi Anwar Purnomo bersaing ketat memperebutkan kursi Ketua PKB Bulukumba.

Fahidin HDK adalah petahana Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bulukumba.

Sedangka Andi Anwar Purnomo anggota DPRD Sulsel dapil Bulukumba-Sinjai dan menjabat Ketua Komisi A.

Persaingan kedua kandidat kuat itu akan menentukan arah kepemimpinan PKB Bulukumba menjelang Pemilu 2029.

Mantan Wabup Mundur

Andi Anwar Purnomo menyatakan siap menghadapi Fahidin dalam perebutan kursi ketua dengan membawa semangat baru untuk mendorong penguatan PKB Bulukumba.

Kandidat lain yang sebelumnya berpeluang menjadi Ketua PKB Bulukumba, gugur karena tidak mengikuti seluruh tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK).

Mereka adalah Alkhaizar dan Andi Erlina. Mantan Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, memilih mundur dari pencalonan.

Usai menjalani UKK tahap II, Anwar Purnomo mengungkapkan bahwa pembahasan bersama tim DPP lebih difokuskan pada visi dan misi PKB.

Tantangan Politik

Ia menyebut, diskusi mencakup target PKB menuju 2029, tantangan politik yang akan dihadapi.

Terlebih strategi memperkuat basis kader, khususnya dari kalangan perempuan, milenial, dan generasi muda.

“Pada prinsipnya, kami siap menjalankan seluruh arahan dan instruksi dari DPP, sekaligus mempersiapkan langkah strategis dalam menghadapi dinamika politik ke depan,” kata Anwar Purnomo usai ikuti UKK di Markas PKB Sulsel, Jl Prof Abdurrahman Basalamah, Makassar, Rabu (29/4/2026) siang.

Selain itu, penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan dan desa juga menjadi perhatian utama.

Ia menegaskan kesiapan untuk menjalankan arahan DPP sekaligus menyusun langkah strategis dalam menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif.

Tren Pemilih Muda

Anwar menegaskan tren pemilih muda menjadi faktor yang harus diperhatikan menuju Pemilu 2029.

Karena itu, menurutnya, diperlukan langkah serius dalam merekrut kader-kader potensial dan militan guna memperkuat fondasi partai.

Dalam proses seleksi, UKK tahap pertama lebih menitikberatkan pada aspek personal, seperti karakter, potensi diri, dan kondisi psikologis.

“Sementara UKK tahap kedua berfokus pada pemaparan visi-misi, kesiapan memimpin, serta pemahaman terhadap target politik dan aturan internal partai, termasuk AD/ART,” kata Anwar.

Jawab Target Partai

Selain itu, para kandidat juga ditantang untuk menjawab target besar partai.
Meski tren elektoral PKB dalam dua pemilu terakhir menunjukkan peningkatan, masih ada pekerjaan rumah. Terutama dalam meraih posisi strategis di eksekutif dan pimpinan DPR RI.

DPW Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Sulawesi Selatan menggelar uji kelayakan dan kepatutan tahap II bagi kandidat Ketua Dewan Pimpinan Cabang kabupaten/kota.

Pelaksanaan UKK berlangsung di Markas PKB Sulsel, Jl Prof Abdurrahman Basalamah No 5, Makassar, Rabu (29/4/2026).

Sebanyak 34 kandidat mengikuti tahapan lanjutan ini setelah sebelumnya melewati seleksi awal yang diikuti 44 peserta.

UKK tahap II melibatkan tim penguji dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB dan kalangan akademisi.

Proses ini menjadi bagian dari penyaringan ketat untuk menentukan figur yang dinilai paling siap memimpin partai di tingkat kabupaten dan kota.

Kapasitas Dan Komitmen

Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, menegaskan tahap ini menjadi ajang menguji kapasitas dan komitmen kandidat. Fokus pada kesiapan membangun organisasi hingga tingkat akar rumput.

Ia menilai calon ketua harus lebih dari sekadar populer, tetapi juga kuat dalam manajemen dan strategi partai.

“Yang kami lihat bukan hanya kemampuan individu, tapi juga sejauh mana mereka bisa meyakinkan DPP terkait kesiapan membangun infrastruktur partai sampai ke tingkat akar rumput,” ujar Azhar.

Dari total 44 peserta pada tahap pertama yang digelar 23 April 2026, hanya 34 kandidat yang berhak melaju ke tahap II.

Sebanyak sembilan orang gugur karena tidak mengikuti seluruh rangkaian seleksi, termasuk tes psikologi yang menjadi syarat wajib dalam UKK.

Sebanyak 34 kandidat tersebut akan memperebutkan posisi Ketua DPC di 18 kabupaten/kota.

Sementara itu, enam daerah lainnya tidak mengirimkan peserta, yakni Tana Toraja, Toraja Utara, Sidrap, Palopo, Luwu Timur, dan Soppeng.

Azhar Arsyad menyebut, keputusan hasil UKK berada di tangan DPP Partai Kebangkitan Bangsa. DPW PKB Sulsel hanya mengusulkan berdasarkan hasil seleksi.

Nantinya, DPP PKB akan menentukan kandidat paling siap untuk bekerja dan memperkuat struktur partai.

“Keputusan akhirnya tetap di DPP, tapi kami di DPW memberikan rekomendasi berdasarkan hasil UKK dan pembahasan internal,” jelasnya.

Ia menambahkan, waktu menjadi faktor krusial dalam proses ini. Pasalnya, pelantikan pengurus DPC dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Rampung Desember 2026

Sementara seluruh struktur organisasi ditargetkan sudah rampung hingga tingkat bawah paling lambat Desember 2026.

Ia juga menegaskan adanya konsekuensi bagi pengurus yang tidak mampu memenuhi target tersebut.

Jika komitmen yang disampaikan saat UKK tidak terealisasi, maka pergantian kepengurusan bisa dilakukan sebagai bagian dari evaluasi organisasi.

“Tidak ada waktu panjang untuk beradaptasi. Setelah dilantik, mereka harus langsung bekerja. Kalau tidak memenuhi komitmen, tentu ada evaluasi hingga pergantian,” tegas Azhar.

Ia berharap UKK melahirkan pemimpin baru yang solid dan teruji.
Terutama dalam menghadapi persiapan politik menuju Pemilu 2029. ***

Tinggalkan Balasan