Hasil penelusuran wartawan media ini obrolan di grup-grup medsos soal beda pandangan Tatib DPRD. Versi anggota yang mangkir sidang Paripurna Hak Angket dengan yang hadir cukup seru.
Di salah satu grup WhatsApp yang banyak dihuni anak-anak muda Takalar yang berani dan cerdas, salah seorang menulis, “Ka, janganmi lagi bahas soal pelanggaran aturan. Di depan matanya mereka lihat pelanggaran aturan yang dilakukan bupati, mereka enjoy saja.
Sementara, mereka begitu semangat menuding kawan selembaganya melanggar tatib.”
Berita Terkait :
Anggota DPRD Takalar Segera Gulirkan Hak Interpelasi Kepada Bupati Syamsari, Hanya Dua Belum Tanda Tangan
Dia melanjutkan tulisannya, “Mereka tidak berani menegur Bupati. Apalagi berhadapan dengan Bupati. Yang lucu, tiba-tiba banyak kawannya Bupati saat ini. Biar yang sudah terdzolimi pun kini jadi penjilatnya!”
“Belum paki tua semua ini. Masih diingatki semua kata-kata yang pernah diucapkannya,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Takalar H Jabir Bonto kepada awak media di Ruang Rapat Paripurna DPRD Takalar, Jumat (9/10/2020) mengatakan, “Seharusnya, anggota dewan sadar untuk senantiasa hadir pada rapat-rapat yang dilaksanakan lembaga DPRD, apalagi sidang paripurna.”














