BERITA TERKINIEKBIS

Pemerintah Naikkan Harga Daging Sapi dan Kerbau

×

Pemerintah Naikkan Harga Daging Sapi dan Kerbau

Sebarkan artikel ini

MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Pemerintah menaikkan Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen untuk komoditas sapi hidup dan harga daging kerbau di tingkat konsumen.

Sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) daging sapi di pasaran masih tetap atau tidak naik.

Pemerintah beralasan penyesuaian ini untuk merespon dinamika global yang memengaruhi biaya impor dan distribusi pangan.

Keputusan ini diambil dalam rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Langkah pemerintah ini juga untuk menyesuaikan dengan kenaikan harga daging sapi di tingkat hulu.

Untuk itu, pemerintah memutuskan menaikkan HAP sapi hidup di tingkat produsen yang semula Rp 56.000-Rp 58.000 per kilogram menjadi Rp 59.000 per kilogram.

“Itu kira-kira berubah menjadi Rp 1.000-an saja. Seribuan, penyesuaiannya seribuan. Harga eceran tertinggi kan Rp 58 ribu per kilo sapi hidup,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan .

Zulkifli menegaskan, meski harga daging di tingkat produsen naik, pemerintah menjaga HAP daging sapi di tingkat konsumen.

Harga di tingkat konsumen masih tetap sama yakni Rp 140.000 per kilogram untuk paha belakang.

Zulkifli memastikan, pemerintah tidak menaikkan ambang batas atas harga daging sapi di pasaran.

“Harga di pasar harga sapi itu kan antara 130 maksimal 140. Masih dalam kisaran HET. Jadi itu masih tidak ada perubahan apapun,” katanya.

Harga Daging Kerbau

Selain menaikkan HAP sapi hidup, pemerintah juga menaikkan HET untuk daging kerbau, sebagai antisipasi meningkatnya permintaan.

Zulkifli menjelaskan kenaikan harga daging sapi juga berpotensi mendorong sebagian konsumen beralih ke daging kerbau yang harganya lebih terjangkau.

Karenanya pemerintah menaikkan HET daging kerbau yang semula Rp 80.000-an per kilogram menjadi Rp 90.000-an per kilogram.

Menurut Zulkifli, pemerintah melakukan langkah ini secara hati-hati, agar tetap menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga. ***

Tinggalkan Balasan