Pembicara kedua, Anil Hukma, mengaku tidak mampu membuat puisi untuk menggambarkan rasa cinta dan kerinduannya terhadap manusia suci Rasulullah. Berbicara tentang Nabi Muhammad, dia merasa sangat kecil.
Menulis tentang Rasulullah yang memiliki figur agung dan transedental harus dilakukan dengan kejujuran. Dalam konteks itulah, Anil Hukma mengaku tidak mampu memenuhi permintaan Ketua IPMI Muhammad Amir Jaya agar membuat puisi untuk buku tersebut.
Baca Juga :
Tugas Mulia Wartawan
“Dulu, menulis itu karena merasa punya kemampuan. Sekarang, tidak tau bagaimana. Menulis tentang Rasulullah, haruslah sebaik-baiknya tulisan,” kata Anil Hukma.
Buku serupa yang ingin menggambarkan kecintaan kepada Rasulullah menurut Anil Hukma sudah pernah dilakukan di daerah lain.












