Di sana, Mulyadi, penerima manfaat, juga mengungkapkan kebahagiaannya menerima daging kurban amanah para Donatur pekurban Dompet Dhuafa.
“Walau rumah keadaannya begini saja, kami senang ada tamu dari jauh singgah ke sini antar daging kurban. Situasinya begini, nampan saya juga rusak tidak terurus,” katanya melalui rilis yang diterima media ini.
Mulyadi mengaku, sebelum bekerja sebagai nelayan, tapi sejak istrinya sakit lima tahun lalu, dia fokus ngurus istrinya.
Berita Terkait :
Dompet Dhuafa Bersama TNI Distribusikan Daging Kurban Di Perbatasan Papua
“Ya, sekarang kerja serabutan saja yang tidak memakan waktu lama, kepikiran istri kalau lagi kerja. Jadi, untuk makan, biasa beli tiga ikan saja sebulan. Memang, nasi saja tidak pakai apa-apa. Terima kasih, orang-orang baik di luar sana,” aku Mulyadi.
Sebagai informasi, Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial.
Selama 28 tahun lebih, lembaga ini telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. (rus)













