Sudah Dua Tahun Novel Baswedan Bermata Satu, Negara Abai Dan Kalah Sama Koruptor

Penyidik senior KPK, Npvel Baswedan mengaku sudah memaafkan pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya, namun tak bisa memaklumi peristiwa yang terjadi dua tahun silam itu, tepatnya 17 April 2017. (Foto: Grandyos Zafna/detik.com)

MAKASSARCHANNEL.COM – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku sudah memaafkan pelaku penyiraman air keras yang membuat kedua matanya rusak parah. Namun dia tak bisa memaklumi peristiwa yang terjadi pada 11 April 2017.

Sayangnya, setelah dua tahun polisi tak kunjung mengungkap siapa pelaku maupun aktor intelektual di balik aksi teror terhadap dirinya tersebut. Bahkan yang terjadi kemudian berbagai aksi teror terus berlangsung, baik kepada penyidik, pegawai, maupun pimpinan KPK.

“Serangan kepada KPK itu masih terus berlanjut sampai sekarang. Orang mengira itu serangan hanya kepada saya. Padahal yang diserang itu banyak,” kata Novel, dialansir detik.com, Rabu (10/4/2019).

Baca Juga :
Wali Kota Mangkir Lagi Dalam Sidang Mantan Kadis Koperasi Gani Sirman

Novel menyebut, seingatnya, ada 10 kasus teror besar kepada KPK yang sampai sekarang kasusnya seperti dibiarkan, tak pernah terungkap pelakunya. Padahal, buktinya jelas ada dan beberapa pelaku diketahui oleh korban karena teror dilakukan dalam suasana terang.

“Ini namanya dibiarkan. Negara abai dan kalah sama koruptor. Mau koruptornya mempengaruhi aparat dan lain-lain. Negara gak boleh kalah,” tegas lelaki kelahiran Semarang, 22 Juni 1977 itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *