AKTIVITAS di lantai dasar Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Sulawesi Selatan, di Jl Ir Sutami No 84, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Kamis, 28 Mei 2026, lebih padat dari biasanya.
Di hari kedua Lebaran IdulAdha 2026 itu, DPW PKS Sulawesi Selatan memotong hewan kurban. Selain membagikan dagingnya untuk warga sekitar kantor dan kader partai, sebagian lagi langsung diolah menjadi kuliner khas Makassar, Coto dan Konro.
Ketua DPW PKS Sulsel Ir Anwar Faruq membaur bersama sejumlah pengurus DPW PKS Sulsel lainnya. Hadir pula anggota DPR RI Ismail Bahtiar. Mereka duduk melantai tanpa alas karpet, menikmati Coto dan Konro plus ketupat.
Semua menyatu tanpa sekat. Menikmati makan siang berkonsep lesehan tanpa kursi dan meja makan yang berlangsung alami. Tawa ceria mewarnai aktivitas itu. Sesekali terdengar teriakan. Tambahki.
Acara makan Coto dan Konro itu berlangsung bebas. Panitia kurban meletakkan potongan daging dan rempah di atas meja ukuran sekira dua meter. Di sebelahnya, ada tiga panci besar berisi kuah Coto dan Konro, sehingga setiap orang bebas mengisi mangkuk sesuai keinginan dan selera.
Usai makan siang, tanpa menunggu komando, mereka bergeser ke lantai dua gedung tersebut. Memasuki ruangan berkapasitas seratus kursi lebih untuk mengikuti seremoni Puncak Milad bertema PKS 24 Tahun Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Indonesia. Milad berdaya Ekonomi, pangan, energi.
Prosesi Puncak Milad 24 Tahun PKS di Kantor DPW PKS Sulawesi Selatan itu diawali pembacaan kalam Ilahi, oleh kader PKS Wahyuddin.
Ketua Bidang Bumkraf PKS Sulsel Sarwandi Eka Sarbini yang memandu acara dengan ciri khas dan candanya membuat suasana lebih dinamis diwarnai tawa audiens.
Kemudian berlanjut dengan sambutan Ketua DPW PKS Sulawesi Selatann Anwar Faruq. Seperti biasanya, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar itu sangat efisien dalam menyampaikan pesan untuk kader.
Setelah berpantun, Anwar Faruq mengatakan, puncak milad ke-24 PKS itu merupakan wujud kebanggaan dan kesyukuran karena PKS masih bisa berkarya untuk masyarakat.
Untuk itu, lanjut Anwar Faruq, partai akan tetap berkontribusi pada semua hal untuk keselamatan dunia akhirat.
“PKS akan terus bekerja dan membantu masyarakat,” tegas Anwa Faruq mengakhiri sambutan.
MC Sarwandi melanjutkan acara dengan mengumumkan pemberian reward kepada kader yang dianggap berprestasi dengan beragam kategori.
Selanjutnya, Anggota DPR RI, Ismail Bahtiar, menyerahkan paket sembako kepada lima perwakilan warga yang berdiam di sekitar Kantor DPW PKS Sulawesi Selatan di Kelurahan Bulurokeng.
Perwakilan warga itu mengaku bersyukur atas kehadiran Kantor PKS di daerah tersebut. Salah satu manfaat yang sangat terasa adalah bangunan masjid di area Kantor PKS sehingga warga tidak perlu berjalan jauh untuk melaksanakan ibadah salat lima waktu berjamaah.
Selanjutnya, pemotongan tumpeng oleh Ketua DPW PKS Sulsel Anwar Faruq yang diberikan kepada perwakilan warga, Daeng Kanang.
Di penghujung acara, berlangsung Talk Show Napak Tilas PKS dalam bentuk testimoni perjalanan dan perjuangan lima narasumber menempuh jalan dakwah.
Narasumber pertama, Iron alias Ida Royani, saat memberi testimoni mengatakan, bahagia karena bisa beradaptasi dengan kumpulan orang-orang yang sesungguhnya sangat inspiratif.
Ida Royani mengaku sudah melakoni jalan dakwah sebelum bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera secara formal.
Bagi Ida Royani, milad bukan sekadar berbicara tentang usia pengabdian, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi seberapa besar kontribusi yang sudah diberikan kepada umat dan seberapa kuat bertahan dalam semua situasi yang berlangsung dinamis.
Ida Royani yang sudah berjuang untuk umat sejak tahun 1980-an, mengajak agar setiap kita merenungkan untuk apa berada di jalan dakwah. Dia juga rupanya bertemu dengan jodoh di jalan dan perjuangan yang sama. Jalan Dakwah.
“Tetaplah berada di sini karena Allah. Kader itu, aset utama dan tolong perhatikan karena sangat membantu,” imbau Ida Royani.
Narasumber kedua, mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Susi Smita Pattisahusiwa, mengaku, jalan dakwah yang dia lalui adalah karunia Allah.
“Dari orang biasa pada tahun 1980-an bergabung dengan partai dan terus berjuang,” kata Susi Smita.
Dia juga bersyukur karena bertemu dengan jodoh terbaiknya di jalan dakwah yang mereka jalani.
“Alhamdulillah dipertemukan dengan orang-orang baik dan terus menjadi semakin baik dan tetap istiqamah dalam ibadah,” tutur Susi tersenyum.
Narasumber ketiga adalah Ustdz Ruwangsah Irwan Waji, melanjutkan testimoni. Dia melanjutkan testimoni ketika audiens minta Susi Smita memperkenalkan suaminya.
“Saya minta beliau berdiri,” kata Susi Smita sembari melirik pria di samping kanannya yang ternyata suami tercintanya.
Mendengar permintaan itu, Irwan pun berdiri sembari tersenyum. Dia minta agar tetap istigfar mohon ampun kepada Allah agar memahami apa yang tidak diketahui.
Jawaban Irwan itu merespons pertanyaan MC Sarwandi tentang rahasia tetap awet membina rumah tangga dengan pasangan sesama pejuang di jalan dakwah.
Dia menyebut perjuangan di jalan dakwah melalui proses panjang yang tak kenal lelah oleh pelakunya.
Irwan mengaku, perjalanan dakwah yang dia tapaki tak mengenal jarak dan waktu. Dia bahkan melakukan perjalanan hingga ke Soroako, Luwu Timur.
Narasumber keempat, Trie Alfian Hasyim, mengaku mengenal jalan dakwah melalui salah satu forum.
Dalam perjalanannya mencari jalan dakwah terbaik, Trie sempat berniat mendirikan jalan dakwah sendiri dengan cara berjalan dari masjid ke masjid.
Anggota DPR RI, Ismail Bahtiar, yang menjadi narasumber terakhir napak tilas perjuangan di jalan dakwah mengatakan, proses dakwah itu sejatinya adalah menunjukkan seberapa kuat seseorang berjuang untuk berdakwah.
“Butuh keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan hati menapaki jalan dakwah,” kata Anggota DPR RI dari PKS dapil Sulawesi Selatan 2.
Dia mengingatkan para kader Partai Keadilan Sejahtera untuk tetap menguatkan nilai-nilai kekeluargaan.
Ismail Bahtiar juga mengingatkan, tiga target Partai Keadilan Sejahtera saat ini yang harus disukseskan.
“Jaga, komitmen dakwah, lillahi Taala, dan istiqamah. Maka pencapaian partai di tahun 2029 akan lebih baik,” tandas Ismail Bahtiar. #Salam makchaners.
*) Muhammad Rusdy Embas, Pemimpin Redaksi MAKASSARCHANNEL.COM













