BERITA TERKINIKOMUNITASRAGAM INFO

Ratusan Wartawan Bakal Serbu Gedung Fajar Graha Pena

×

Ratusan Wartawan Bakal Serbu Gedung Fajar Graha Pena

Sebarkan artikel ini
Panitia Konferensi Provinsi PWI Sulsel memprediksi ratusan wartawan akan “serbu” Gedung Fajar Graha Pena di Jl Urip Sumoharjo, Makassar

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Panitia Konferensi Provinsi PWI Sulsel memprediksi ratusan wartawan akan “serbu” Gedung Fajar Graha Pena di Jl Urip Sumoharjo, Makassar.

Wartawan PWI Sulsel itu akan menghadiri Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Sulsel yang akan berlangsung di Gedung, Selasa, 2 Juni 2026.

Jubir Konferprov PWI Sulsel, Muhammad Arafah, mengatakan, ratusan wartawan itu akan menyaksikan Pemilihan Ketua PWI Sulsel dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Sulsel.

Arafah mengatakan, agar semangat persatuan dan ketaatan berorganisasi PWI lebih tampak, diharapkan panitia, peserta penuh, peserta peninjau memakai kemeja putih, sebagai pakaian acara resmi PWI.

Sebelumnya, Pengurus PWI Pusat melalui surat bernomor: 696/PWI-P/LXXX/V/2026 bertanggal 25 Mei 2026 menetapkan Dua calon Ketua PWI dan Ketua DKP yang akan bertarung. Diantaranya pasangan Amrullah Basri – Abd Jurlan dan pasangan Suwardi Thahir- Dahlan Abubakar.

“Dari 405 wartawan tersebut, 100 di antaranya berstatus peserta Peninjau, tak punya hak suara, namun memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) MUDA yang masih aktif,” kata Arafah melalui rilis.

Dia melanjutkan, “Sebanyak 305 lainnya peserta penuh yang punya hak suara dibuktikan ber-KTA BIASA yang masih aktif serta terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diterbitkan PWI Pusat bertanggal 25 Mei 2026,”

Mantan Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sulsel tersebut, mengatakan, Ketua Panitia konferensi, Faisal Palapa mengajak seluruh anggota PWI Sulsel menyukseskan perhelatan akbar ini.

Faisal Palapa menurut Jubir Konferensi mengatakan, “PWI rumah kita bersama. Meski mungkin berbeda pilihan, itulah bunga- bunga berdemokrasi. Mari bergembira dan lebih menguatkan semangat persatuan dan profesionalisme kewartawanan.

Dia sangat mengapresiasi kinerja Organizing Comitte (OC), Steering Comittee (SC), Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) dan panitia lainnya.

Baca Juga  Bupati Takalar Tak Patuhi Putusan PTUN, Yusuf Karma Bilang Begini

“Luar biasa, tanpa lelah, teman- teman sering rapat hingga tengah malam meski tanggal merah,” kata Faisal.

Kenapa Graha Pena

Menjawab pertanyaan, arafah menjelaskan bahwa panitia memilih Gedung Fajar Graha Pena sebagai lokasi konferensi, Arafah menyebut sejumlah pertimbangan.

Antara lain; kenyamanan, keamanan, akses strategis, dan perparkiran serta keterbatasan anggaran operasional.

Mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat itu mengungkapkan juga salah satu hasil audiensi panitia ke Gubernur Sulsel, beberapa waktu lalu.

“Saat itu, panitia tak minta uang, melainkan berharap difasilitasi gedung tempat Konferensi PWI Sulsel,” ungkap Arafah yang juga mantan Wakil Ketua PWI Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Sulsel itu, Sabtu, 30 Mei 2026.

Ketika itu, lanjut Arafah, Gubernur Sulsel tawarkan dua tempat, Gedung Aula Jusuf Kalla di kantor Diknas Sulsel Jln Perintis Kemerdekaan dan Gedung Mulo di Jl Jenderal Sudirman.

Setelah panitia konferensi bersama Kadis Infokom Sulsel peninjauan, ternyata kedua lokasi tersebut kurang layak untuk menampung 400 lebih undangan.

Salah satu alasan panitia tidak memanfaatkan fasilitas gedung itu, menurut Arafah adalah, ruangan videotron dan perparkiran di tempat itu juga sangat terbatas.

“Pertimbangannya, akan hadir 100 wartawan peninjau (BerKTA PWI Muda Aktif kartunya) dan 305 peserta penuh (BerKTA Biasa aktif kartunya) saat konferensi akan dipisah ruangannya,

Ruangan Khusus

Yang tak kalah pentingnya menusur Arafah adalah, panitia butuh ruangan khusus dan aman, utamanya saat verifikasi surat mandat.

“Panitia sangat hati- hati dan menjaga keamanan aset pemprov. Apalagi, Selasa, 2 Juni hari kerja pegawai ASN,” kata Arafah.

Sebenarnya, lanjut Arafah, panitia pernah mengusulkan dan sangat berharap, agar pelaksanaan konferensi di hotel terutama yang terdapat sahamnya Pemprov Sulsel, namun harapan itu tidak terakomodir.

Baca Juga  Dari Makassar, Airlangga Deklarasi Maju Calon Ketum Golkar

Di sisi lain panitia terdesak waktu, karena hari H Konferensi makin dekat, sedangkan anggaran panitia terbatas.

“Jadi Graha Pena dipilih, bukan karena keberpihakan pada salah satu calon ketua PWI Sulsel. Justru, fakta menunjukkan kedua calon ketua PWI sama-sama orang FAJAR. Janganlah ada fitnah diantara kita, tandas mantan Wartawan Harian Pedoman Rakyat itu.

Dia melanjutkan, “Mungkin Gubernur Sulsel ingin mendidik dan mengajak PWI Sulsel agar lebih mandiri, sehingga, bismillah panitia mencoba mandiri dan memutuskan lokasi Konferensi PWI 2026 dilaksanakan di Fajar Graha Pena.” ***

Tinggalkan Balasan