BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Ketua Gerakan Rakyat Sulsel Tanggapi Idrus Marham

×

Ketua Gerakan Rakyat Sulsel Tanggapi Idrus Marham

Sebarkan artikel ini
Ketua Gerakan Rakyat Sulsel Tanggapi Idrus Marham, mengkritik pemerintah harus dengan optimisme dan solusi,
Asri Tadda (Foto: Ist)

 

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Pernyataan politisi Partai Golkar Idrus Marham yang meminta Anies Baswedan mengkritik pemerintah harus dengan optimisme dan solusi, mendapat tanggapan Ketua Gerakan Rakyat Sulsel, Asri Tadda.

Asri menilai pernyataan Anies Baswedan selama ini bukanlah upaya membangun pesimisme publik.

Menurut dia, itu adalah bentuk tanggung jawab moral untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dirasakan rakyat.

Akumulasi persoalan mulai dari tekanan ekonomi rumah tangga. Kemudian, melemahnya daya beli masyarakat, sulitnya lapangan kerja, hingga meningkatnya beban hidup masyarakat kelas menengah dan bawah.

Baca Juga: Gerakan Rakyat Jadi Partai, Dukung Anies Jadi Calon Presiden

Kritik Bukan Ancaman

Menurut Asri, dalam negara demokrasi, tidak boleh mempersepsikan kritik sebagai ancaman. Apalagi ketika kritik tersebut berangkat dari realitas yang dirasakan langsung masyarakat.

“Kami menghormati pandangan Pak Idrus Marham. Namun yang perlu memahami bahwa optimisme yang sehat tidak lahir dari menutup mata terhadap persoalan. Optimisme justru lahir dari keberanian mengakui masalah dan kesungguhan untuk menyelesaikannya,” ungkap Asri dalam keterangannya di Makassar, Sabtu (23/5/2026).

Asri menegaskan, kritik tidak harus selalu dengan pujian agar konstruktif. Dalam demokrasi, kritik merupakan instrumen kontrol publik yang sah sesuai konstitusi.

“Ketika rakyat mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin berat, dan peluang ekonomi yang makin sempit, maka menyampaikan fakta itu bukan pesimisme. Itu adalah kejujuran. Yang berbahaya justru jika elite politik lebih sibuk menjaga narasi optimisme daripada menjawab substansi persoalan yang sedang dihadapi rakyat,” ujarnya.

Asri juga menekankan, jangan sampai kita terjebak pada logika bahwa setiap kritik terhadap pemerintah sebagai serangan politik.

”Jika ada persoalan, maka jawablah persoalannya. Jangan sibuk menyerang orang yang menyampaikan kritik,” katanya.

Asri juga mengingatkan bahwa banyak persoalan nasional karena dampak dinamika global. Namun menurutnya, kondisi global tidak boleh menjadi alasan untuk menghindari evaluasi terhadap kebijakan nasional.

“Tidak ada yang membantah bahwa dunia sedang menghadapi tantangan ekonomi. Tetapi tugas pemerintah justru memastikan bisa meminimalkan dampaknya terhadap rakyat. Karena itu, ketika ada kritik terhadap kondisi yang terjadi, membutuhkan respons adalah penjelasan dan solusi. Bukan sekadar ajakan untuk tetap optimistis,” ujarnya.

Tidak Bertentangan

Sebagai organisasi yang lahir dari semangat partisipasi warga negara, kata Asri, Gerakan Rakyat memandang bahwa kritik dan optimisme bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

“Kami percaya pada masa depan Indonesia. Tetapi kecintaan terhadap bangsa tidak bisa dengan menutupi masalah. Cinta kepada Indonesia mesti mewuudkannya dengan keberanian mengatakan yang benar, sekalipun itu tidak nyaman mendengarnya,” tambah Asri.

“Kritik adalah bagian dari ikhtiar memperbaiki keadaan, bukan upaya menjatuhkan negara,”
tambah Ketua Partai Gerakan Rakyat Sulsel itu.

Reaktif

Asri kemudian menyindir kecenderungan sebagian elite yang lebih reaktif terhadap kritik daripada terhadap masalah yang dikritik.

“Jangan salah sasaran. Yang harus dilawan adalah kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan kesulitan hidup rakyat. Bukan orang yang mengingatkan bahwa masalah-masalah itu ada,” tegas dia.

Asri Tadda mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun budaya demokrasi yang lebih dewasa.

Menurut Asri, demokrasi yang sehat tidak meminta rakyat diam demi menjaga optimisme. Demokrasi yang sehat memberi ruang bagi kritik agar pemerintah semakin kuat dan kebijakan semakin tepat.

Pernyataan Anies

Sebagai informasi, sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, memita para elite politik, termasuk Anies Baswedan, untuk membangun narasi optimisme di tengah tekanan ekonomi global.

Menurut Idrus, kritik terhadap pemerintah sebaiknya tetap menghadirkan solusi dan tidak memperbesar kecemasan masyarakat.

Politisi asal Sulsel ini menanggapi pernyataan Anies Baswedan. Anies menyoroti kondisi ekonomi nasional yang butuh kepastian, Bukan ketenangan semu. Anies mengunggah pernyataan itu melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (20/5/2026). ***

Tinggalkan Balasan