BERITA TERKINIRAGAM INFO

Prabowo Copot Kepala BGN, Gantikan dengan Wakilnya

×

Prabowo Copot Kepala BGN, Gantikan dengan Wakilnya

Sebarkan artikel ini
Prabowo Copot Kepala BGN, Gantikan dengan Wakilnya bersama dua wakil kepala, lalu menggantikan dengan Nanik S Deyang

MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Dadan kemudian digantikan Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan keputusan Prabowo itu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Selain Dadan, Probowo juga mengganti dua wakil kepala lainnya yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

”Tentunya dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.

Dadan Hindayana menjabat Kepala BGN sejak 19 Agustus 2024. Dia adalah salah satu pejabat tertakhir yang dilantik Presiden Jokowi untuk memimpin badan yang kemudian mengurusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dadan adalah ahli serangga yang mengajar di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dadan yang kadang melontarkan pernyataan yang sering menjadi sotoran netizen ini, menempuh pendidikan di University of Bonn, Jerman, serta Leibniz Universität Hannover dan lulus 1997.

Pimpinan Baru BGN

Dengan pencopotan Dadan dan dua wakil kepala, BGN kini memiliki jajaran pimpinan baru. Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN dengan dua wakil kepala. Kedua wakil tersebut adalah Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.

Menurut Prasetyo, pergantian tersebut merupakan hasil evaluasi Presiden Prabowo yang selama sekitar 1,5 tahun masa kerja BGN.

Presiden Prabowo, kata Prasetyo, secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja BGN sebelum akhirnya mengambil keputusan perombakan kepemimpinan.

“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun Bapak Presiden melakukan monitoring dan evaluasi. Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.

Baca Juga  AMJI-RI Sinjai Gelar Tudang Sipulung

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo menekankan dua hal dalam melakukan evaluasi yakni Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kedisiplinan dalam tata kelola.

“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP. Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, Termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah menjadi ketetapan Badan Gizi Nasional,” ungkap Prasetyo. ***

Tinggalkan Balasan