Perdana Menteri Elisabeth Borne, yang merupakan perempuan kedua yang menduduki posisi tersebut, menelepon Schiappa untuk mengatakan bahwa hal tersebut “sama sekali tidak pantas, terutama pada periode saat ini,” kata seorang ajudan kepada AFP.
Anggota parlemen dari Partai Hijau dan sesama aktivis hak-hak perempuan, Sandrine Rousseau mengatakan mempertanyakan rasa hormat terhadap masyarskat.
Baca Juga :
Gelombang Panas Landa Prancis, Sekolah Diliburkan
“Di mana rasa hormat terhadap rakyat Prancis? “Tubuh perempuan seharusnya bisa diekspos di mana saja, saya tidak punya masalah dengan itu, tapi ada konteks sosialnya,” katanya.
Playboy pun telah buka suara atas tampilnya Schiappa di majalah yang dianggap sensual itu. Pihaknya menyebut Schiappa menteri paling cocok dengan Playboy.
“Schiappa adalah menteri yang paling ‘cocok dengan Playboy’ di antara para menteri pemerintah karena dia terikat dengan hak-hak perempuan dan dia telah memahami bahwa ini bukan majalah untuk para pria, tetapi bisa menjadi alat untuk perjuangan feminis,” kata editor Jean-Christophe Florentin kepada AFP. (bas)













