MAKASSARCHANNEL, TURIKALE MAROS – Komisi X DPR RI janji akan memberi bantuan revitalisasi SDN 111 Inpres Maros dan SMPN 2 Maros.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, memimpin rombongan reses ke Sulawesi Selatan, Sabtu, 25 Juli 2026. Lokasi sasaran adalah SDN 111 Inpres Maros dan SMPN 2 Maros.
Janji revitalisasi itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, setelah menemukan kondisi dua sekolah yang dikunjungi di Maros, Sulawesi Selatan.
Sekolah pertama yang mereka kunjungi dalam rangkaian reses di Sulsel itu adalah SDN 111 Inpres Polejiwa, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Maros, Sulawesi Selatan.
Selanjutnya ke SMPN 2 Maros di Jalan Dr Ratulangi No 68a Kelurahan Allepole, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Anggota Komisi X DPR RI yang lakukan reses ke SDN 111 Inpres Maros dan SMPN 2 Maros adalah; Lalu Hadrian Irfani, La Tinro La Tunrung, Eva Stevany Rataba, Andi Muawiyah Ramly, Muslimin Bando, dan Deni Cagur.
Dari enam anggota Komisi X yang reses ke Maros, hanya dua orang bukan dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan, yakni; Lalu hadrian Irfani (Dapil NTB) dan Denny Cagur dari Dapil Jawa Barat).
Langganan Banjir
Dalam kunjungan itu hadir Direktur Guru PAUD dan PNF Kemendikdasmen Saiful Bari S.Kom, M.Eng, Kepala BBGTK Sulsel Dr Arman Agung MPd, dan Kepala BBPMP Sulsel Imran ST MT.
Hadir pula Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan Toha Machsum S Ag, M Ag dan Kepala Dinas Pendidikan Maros Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai SSTP MM.
Saat melakukan kunjungan ke beberapa ruang kelas dan bagian lain bangunan, Komisi X menemukan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Itu selaras dengan penjelasan Kepala SDN 111 Inpres Polejiwa Maros.
Saat ini, sekolah tersebut memiliki sekolah tersebut 176 siswa keas 1-6. Hanya kelas dua yang memiliki dua rombel.
Beberapa orangtua murid juga menyatakan keprihatinan terhadap kondisi sekolah itu. Apalagi terdampak banjir jika musim hujan tiba. Ketinggian air saat banjir mencapai satu meter lebih.
Pastikan Data Di Dapodik
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, saat memberi keterangan di SMPN 2 Maros mengatakan, Pemerintah Daerah kurang memperhatikan pembangunan sarana dan prasarana sekolah.
“Yang menjadi perhatian besar pembangunan irigasi. Maaf ini Pak Kadis,” kata legislator PKB dari Dapil NTB tersebut.
Lalu Hadrian juga mengingatka kepala sekolah agar memperhatikan Dapodik, sistem pendataan nasional terpadu yang memuat data satuan pendidikan, peserta didik, serta pendidik dan tenaga kependidikan.
“Kalo bangunan rusak tulis rusak. Jangan tulis baik hanya untuk mengejar akreditasi,” pesan Lalu Hadrian. ***












