BERITA TERKINIEDUKASIPEMERINTAH DAERAH

Bupati Maros Lantik 25 Kepala Sekolah

×

Bupati Maros Lantik 25 Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini
Bupati Maros lantik 25 kepala sekolah di Aula SMPN 2 Maros, Jumat, 30 Januari 2026 sebagai tindak lanjut regulasi terbaru kemeterian

MAKASSARCHANNEL, TURIKALE MAROS – Bupati Maros lantik 25 kepala sekolah di Aula SMPN 2 Maros, Jumat, 30 Januari 2026.

Bupati Maros Chaidir Syam, menjelaskan, mutasi kepala sekolah merupakan tindak lanjut dari regulasi terbaru Kementerian Pendidikan, sekaligus upaya memperkuat kepemimpinan di satuan pendidikan agar berjalan lebih optimal.

“Mutasi ini merupakan bagian dari penyesuaian aturan. Sebanyak 25 kepala sekolah dimutasi, setelah itu kita akan mengisi sekolah-sekolah yang saat ini masih kosong untuk kepala sekolah, jumlahnya sekitar 40-an,” kata Chaidir Syam, usai pelantikan.

Masa Jabatan Kepala Sekolah

Ia menyebutkan, kebijakan itu berkaitan dengan pembatasan masa jabatan kepala sekolah maksimal hanya dua periode.

Kepala sekolah telah menuntaskan dua periode jabatan wajib kembali melaksanakan tugas sebagai guru.

Chaidir menegaskan, kepala sekolah tersebut tetap berkesempatan mencalonkan diri lagi sebagai kepala sekolah pada periode berikutnya, sesuai ketentuan berlaku.

“Ini diatur dalam regulasi, sehingga setelah dua periode, kepala sekolah kembali menjadi guru, tetapi tetap bisa mencalonkan diri lagi,” jelas mantan Ketua DPRD Maros itu.

Lima Pensiun

Chaidir juga mengungkapkan, terdapat sekitar lima kepala sekolah yang telah menyelesaikan dua periode jabatan.

Namun tidak dapat dikembalikan menjadi guru karena telah memasuki masa pensiun.

Ia menegaskan juga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berpeluang menduduki jabatan kepala sekolah, sepanjang memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

“PPPK bisa berpeluang menjadi kepala sekolah, tetapi hanya ditempatkan di tempat tugasnya. Tidak bisa di sekolah lain,” tegas Chaidir Syam.

Ia berharap, mutasi dan pengisian jabatan kepala sekolah dilakukan bertahap dapat mendorong peningkatan kualitas manajemen sekolah dan mutu pendidikan di Kabupaten Maros.

Sementara Proses

Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, Andi Darmansyah, memastikan proses pengangkatan kepala sekolah definitif saat ini sedang berjalan.

Baca Juga  Disdik Makassar Keluarkan Surat Edaran Pembelajaran Daring

“Proses penetapan sudah berjalan,” ujar Andi Darmansyah.

Ia menjelaskan, untuk menjadi kepala sekolah terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui oleh calon kepala sekolah.

Proses seleksi tersebut terdiri dari dua tahapan utama, yakni tes administrasi dan tes substansi.

Administrasi Dan Substansi

“Tesnya ada dua, tes administrasi dan tes substansi,” jelasnya.

Tes administrasi meliputi kelengkapan berkas, kepangkatan minimal III/c, pernah menduduki jabatan manajerial, surat keterangan bebas narkoba, serta persyaratan administratif lainnya.

Sementara pada tes substansi, calon kepala sekolah diwajibkan membuat makalah yang kemudian dipresentasikan, serta mengikuti sejumlah tes tambahan.

“Tes substansi itu pembuatan makalah lalu dipresentasikan, kemudian ada tes lain seperti mengaji dan tes pendukung lainnya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, secara ideal, sebuah sekolah dipimpin oleh PLT kepala sekolah tidak lebih dari dua kali per tiga bulan. ***

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….