MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Makassar menilai kebijakan Wali Kota Munafri contoh efisiensi daerah, khususnya pengadaan kendaraan dinas.
Appi sapaan akrab Wali Kota Makassar Munafri memilih tidak melakukan pengadaan mobil dinas baru sebagai langkah efisiensi anggaran.
Ia justru memanfaatkan mobil listrik yang telah tersedia dari masa pemerintahan sebelumnya. Langkah ini dinilai sebagai langkah bijak pengelolaan anggaran.
Pemanfaatan aset yang ada dianggap mampu menekan belanja daerah sekaligus mengoptimalkan penggunaan barang milik pemerintah.
Munafri menjelaskan, keputusan tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis Kota Makassar.
Jalan Relatif Datar
Menurut Appi, wilayah kota yang relatif datar tidak membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi tinggi.
“Mobil listrik mungkin sudah sesuai dengan kebutuhan. Kota Makassar ini tidak ada medan naik turun seperti daerah lain. Jadi kondisi geografisnya yang relatif datar membuat kendaraan jenis ini cukup untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” ujar Appi.
Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris FKUB Makassar, Usman Sofian.
Ia menilai langkah Munafri sebagai keputusan yang tepat dan bermanfaat bagi pengelolaan keuangan daerah.
“Kami memuji langkah Wali Kota Makassar. Keputusan menghentikan pengadaan mobil dinas baru dan memanfaatkan aset yang ada merupakan bentuk efisiensi yang sangat baik. Ini menunjukkan komitmen penggunaan anggaran secara optimal demi kepentingan masyarakat,” kata Usman dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).
Kurangi Emisi Gas
Menurutnya, kebijakan ini juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola aset dan anggaran secara efektif.
Selain itu, penggunaan kendaraan listrik diharapkan dapat mengurangi emisi gas buang dan mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kota Makassar.
Dengan kebijakan tersebut, pengelolaan aset dan keuangan daerah diharapkan semakin optimal serta memberi dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat. ***













