MAKASSARCHANNEL, MAMUJU – Kasrem 142/Tatag Paparkan Kondisi Kasrem Kepada Peserta SSDN PPSA XXII Lemhanas RI yang berkunjung ke Sulawei Barat.
Kasrem 142 Tatag/ Letkol Arh Muh Imran, M.Si antara lain memaparkan kondisi Kasrem 142/Tatag dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolda Sulawesi Barat itu.
Imran memaparkan mulai dari awal perpindahan Korem 142/Tatag yang semula berada di Parepare hingga bergeser ke Mamuju sejak tanggal 25 Desember 2016.
Ia juga menjelaskan bahwa pergeseran Korem 142/Tatag ke Mamuju belum lengkap dengan perangkat-perangkatnya dan kini masih berada di Parepare, khususnya Balak Ajurem.
Sehingga pelaksanaan rekrutmen prajurit masih berlansung di wilayah Parepare, meskipun Parepare telah masuk tanggungjawab Korem 141/Toddopuli.
Wilayah Korem 142/Tatag, kata Imran meliputi seluruh wilayah Sulawesi Barat dan 2/3 wilayah Sulsel dengan membawahi tujuh Kodim dan satu Batalyon Infanteri.
Penempatan 1 Batalyon Zeni di Sulawesi Barat
Dalam sesi diskusi, peserta Lemhanas Mayjen TNI Rudyanto memberi masukan tentang perlu memikirkan penempatan 1 Batalyon Zeni di Sulawesi Barat sebagai kendali Danrem.
Ini mengingat Sulbar sangat rentang dengan bencana alam, seperti yang pernah terjadi di Poso.
SSDN itu untuk membekali peserta agar memiliki cakrawala berfikir komprehensif, integral, dan holistik tentang kondisi objektif dari suatu daerah yang merupakan bagian integral dari NKRI.
Khususnya, tentang kearifan lokal, pelaksanaan pembangunan nasional di daerah, dan kondisi ketahanan nasional daerah, serta isu-isu strategis di daerah.
Informasi yang peserta SSDN Sulbar sampaikan baal menjadi potret nyata kondisi Sulbar yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional di daerah. (mun)













