“Hidup secara dewasa dan bertanggung jawab atas diri sendiri, keluarga, generasi, lingkungan, dan bertanggung jawab kepada tuhan di akhirat nanti,” katanya.
Dompet Dhuafa Volunteer yang kini memiliki 18.000-an anggota dari Aceh hingga Papua berkolaborasi dengan Klaster Lingkungan Filantropi Indonesia dan organisasi perempuan ‘Aisyiyah Muhammadiyah, akan melanjutkan gerakan edukasi kepada masyarakat dalam upaya mengganti plastik menjadi kemasan ramah lingkungan untuk menyambut momentum Idul Adha.
Berita Terkait :
Sementara Ketua Divisi Lingkungan Hidup LLH PB, PP ‘Aisyiyah, Hening Parlan, mengatakan, “Untuk mengubah pola sadar lingkungan ada tiga yang harus dilakukan, yaitu: membangunkan ruh, melihat budaya di sekitar kita, dan dekati pemangku kebijakan untuk membuat reward dan punishment. Sukses tak bisa sendiri, mari berkolaborasi.”
Penggunaan plastik, katanya, berhubungan dengan angka kemiskinan. Kantong plastik masih menjadi gaya hidup masyarakat menengah kebawah. Indonesia adalah negara penghasil plastik tertinggi di dunia setelah Cina. Persoalan sampah bukan generasi kita saja tapi akan berdampak ke generasi mendatang.
“Ayo ubah pola pikir, prilaku dan kebijakan, agar sampah yang ada bisa kita kurangi dan recycle bersama,” kata GM Advokasi & Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, Arif R Haryono, melalui rilis yang diterima media ini. (sar)












