Kawasan pertama diinisiasi adalah kawasan pemberdayaan ekonomi yang memberikan kepastian terbentuknya sumberdaya bagi pembiayaan program tematik lainnya.
Selanjutnya kawasan dikembangkan menjadi kawasan pendidikan, khususnya pendidikan fungsional yang berhubungan langsung dengan komoditas ekonomi yang dikembangkan. Setelah itu dilanjutkan dengan pengembangan program pendidikan berbasis institusi pendidikan formal yang ada di lokasi kawasan.
Berikutnya adalah, pengembangan kawasan sehat, di mana seluruh kawasan dikelola dengan penguatan perilaku sehat masyarakat berbasis promotif, preventif dan kuratif. Program ini bekerja sama dengan faskes yang terdapat di lokasi kawasan untuk mengelola 10 isu kesehatan Indonesia yang bertujuan menghasilkan kader-kader sehat di kawasan.
Baca Juga :
Dompet Dhuafa Raih Indonesia Moslem Industry Leader Di IIO 2023
Yang terakhir, adalah kawasan pengembangan lingkungan dan budaya. Dalam program ini, kesadaran lingkungan berbasis adaptasi terhadap perubahan iklim dan kesiagaan bencana dikembangkan menjadi sistem sosial di masyarakat. Selain itu, juga menggunakan pendekatan budaya lokal yang memperkuat akar kekeluargaan dan ikatan sosial masyarakat.
Agar bisa disebut sebagai Kawasan Madaya, ada 14 indikator yang harus dicapai yakni; SDM terampil mengelola komoditas, kelompok pemberdayaan, kelembagaan ekonomi masyarakat, pusat belajar masyarakat.
Indikator lainnya; sekolah bintang, kader pendidikan, penyelesaian isu kesehatan, jumlah kader sehat, peta kesehatan masyarakat, pertumbuhan aset wakaf, kawasan tanggap bencana, kelembagaan kearifan budaya, valuasi aset wakaf produktif, dan revenue wakaf.













