BERITA TERKINIEDUKASI

Ayatollah Paparkan Program Kerja BBGTK Sulsel

×

Ayatollah Paparkan Program Kerja BBGTK Sulsel

Sebarkan artikel ini
Kabag Umum BBGTK Sulsel Ayatollah Hidayat paparkan Progran Kerja BBGTK Sulsel kepada peserta Rakortek dengan Dinas Pendidikan se-Sulsel

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Kabag Umum Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sulsel Ayatollah Hidayat paparkan Progran Kerja BBGTK Sulsel kepada peserta Rakortek dengan Dinas Pendidikan se- Sulsel.

Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) berlangsung tiga hari di Aula Anging Mammiri Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sulsel, Senin, 8 Juni 20206.

Rakortek merupakan forum strategis antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyinergikan, mengharmonisasikan, dan menyepakati target pembangunan, program prioritas, serta dukungan anggaran agar sejalan dengan arah kebijakan nasional.

ZI-WBK

Dalam paparannya, Ayatollah Hidayat menyampaikan sejumlah rencana yang BBGTK akan lakukan tahun 2026 ini.

Kepada peserta Rakortek, Ayatollah antara lain menyampaikan bahwa saat ini, BBGTK Sulsel sementara berjuang mewujudkan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi atau ZI-WBK.

Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi merupakan predikat yang Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) kepada instansi pemerintah atau unit kerja yang berhasil mencegah korupsi dan memberikan pelayanan publik yang prima.

Program BCKS

Di momen itu, Ayatollah Hidayat membeberkan juga program seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) yang diagendakan berlangsung, Agustus 2026.

Ini merupakan tahapan krusial dalam menyiapkan kepala sekolah. Peserta akan mengikuti pelatihan intensip untuk membekali diri dengan kompetensi kepemimpinan dan manajerial sebelum resmi bertugas.

Tahun 2026 ini, program yang menggunakan dana dari APBN, Sulawesi Selatan mendapat kuota 176 orang untuk mengikuti seleksi BCKS.

Kuota itu belum dialokasikan karena masih menunggu pelantikan calon kepala sekolah yang sudah lulus tahun lalu.

Sayangnya, menurut Ayatollah Hidayat, ada beberapa calon kepala sekolah yang sudah memenuhi syarat ternyata belum dilantik.

“Harusnya lantik saja dulu, baru dievaluasi,” saran Ayatollah. ***

Baca Juga  Calon Ketua PWI Sulsel Nurhayana Kamar Walk Out Dari Konferprov, Ketum PWI Atal S Depari Bungkam

Tinggalkan Balasan