BERITA TERKINIEDUKASI

Dirjen GTK Paparkan Arah Kebijakan Guru Dan Tenaga Kependidikan Di BBGTK Sulsel

×

Dirjen GTK Paparkan Arah Kebijakan Guru Dan Tenaga Kependidikan Di BBGTK Sulsel

Sebarkan artikel ini
Dirjen GTK Kemendikdasmen , Prof Dr Nunuk Suryani,paparkan arah kebijakan pengembangan guru dan tenaga kependidikan di BBGTK Sulsel
Dirjen GTK Kemendikdasmen, Prof Dr Nunuk Suryani, paparkan arah kebijakan pengembangan guru dan tenaga kependidikan di BBGTK Sulsel.

Dirjen menyampaikan paparan itu kepada peserta TOT Pembelajaran Mendalam untuk pengawas sekolah dan pelatihan Matematika Gembira bagi Guru TK dan SD Kelas 1&2 Tahap 1 tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di Aula Angin Mammiri Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan, Selasa, 30 Juni 2026.

Pemaparan Dirjen GTK Kemendikdasmen itu sebagai penguatan materi terhadap pengawas sekolah dan guru TK serta guru SD.

Mengawali pemaparan, Dirjen Nunuk Suryani bertanya kepada audiens yang berasal dari daerah terjauh.

Beberapa peserta dari Kabupaten Kepulauan Selayar langsung merespons dengan mengacungkan tangan. Begitu pula peserta dari Kabupaten Luwu Timur.

Selanjutnya, Prof Nunuk Suryani mengisahkan perjalanannya ke sejumlah negara, termasuk ke Rusia, sebagai pembanding penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

Transformasi Pendidikan

Dalam paparannya, Dirjen GTK menegaskan bahwa transformasi pendidikan hanya dapat terwujud melalui penguatan kualitas guru dan tenaga kependidikan sebagai aktor utama pembelajaran.

Arah kebijakan pemerintah difokuskan pada terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua melalui peningkatan kompetensi, kesejahteraan, perlindungan, dan pemerataan distribusi guru.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat berbagai program strategis, antara lain percepatan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran.

Penguatan implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), pengembangan kompetensi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), penguatan literasi, numerasi, serta pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penguatan kepemimpinan kepala sekolah dan pengawas sebagai penggerak peningkatan mutu pendidikan.

Dia mengatakan, keberhasilan transformasi pendidikan memerlukan sinergi seluruh pihak agar setiap anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa memandang latar belakang maupun wilayah tempat tinggal.

Baca Juga  Wamendikdasmen Pantau Pembangunan Revitalisasi SMAN 1 Gowa

Matematika Gembira

Tentang pelajaran Matematika, Dirjen mengatakan, guru harus punya terobosan agar anak-anak tidak menganggap belajar Matematik itu susah.

“Terobis mitos yang menyebut belajar Matematika itu sudah,” kata Prof Nunuk.

Menurut Dirjen, harus ada perubahan yang signifikan saat guru mengajar matematika kepada murid.

Dulu, menurut Nunuk Suryani, pelajaran matematika menjadi momok dan guru mapelnya terkesan seram.

Dia menyebut, hasil studi yang menyebutkan bahwa pentingnya peran guru dalam proses pembelajaran dan menjadi ujung tombak peningkatan kualitas murid.

Dirjen GTK menyinggung juga pentingnya anak-anak mendapat pendampingan di rumah. ***

Tinggalkan Balasan