Uncategorised

Warga Gowa Dirikan Posko Siri’ Na Pacce

×

Warga Gowa Dirikan Posko Siri’ Na Pacce

Sebarkan artikel ini
TEMPAT NGOBROL - Tenda berwarna biru itu menjadi tempat berkumpul sejumlah warga sembari ngobrol lepas (Foto:Ist)

MAKASSARCHANNEL, SUNGGUMINASA GOWA – Aliansi mahasiswa dan sejumlah warga Gowa mendirikan Posko Siri’ Na Pacce, Rabu, 1 Juli 2026.

Posko yang berdiri di Jalan Masjid Raya, Kabupaten Gowa, itu menjadi pusat aktivitas warga.

Pantauan di lokasi, Kamis (2/7/2026), meski siang bolong di bawah terik sinar matahari, sejumlah warga terlihat bertahan di sekitar posko.

Ada yang duduk di dalam tenda. Ada juga yang berdiri sambil berbincang. Sejumlah pemuda juga terlihat menikmati kopi di belakang tenda.

Tenda yang berdiri di samping Lapangan Syekh Yusuf dan menjadi posko terebut berada di lokasi cukup strategis.

Belasan Spanduk

Jaraknya, hanya sekira 200 meter dari Kantor Bupati Gowa. Di sepanjang posko, berjajar sejumlah spanduk dengan beragam tulisan.

Di antaranya, “Bupati Gowa Harus Mundur atau Dimundurkan”. “Kawal Sampai Tuntas Pansus Kehormatan Rakyat”.

Hingga “Husniah Talenrang Dilarang Masuk Rumah Jabatan, Kami Segel!” Ada juga spanduk bertuliskan, “Jangan Biarkan Tanah Adat Kita Mati Dalam Diam”.

Terlihat sejumlah kardus minuman air dalam kemasan. Ada juga buah seperti pisang dan semangka, serta terdapat kopi disajikan di posko itu.

Hak angket adalah hak istimewa anggota DPRD menyelidiki terhadap pelaksanaan suatu undang-undang atau kebijakan pemerintah.

Materi Hak Angket

Ada tiga materi hak angket yakni dugaan pencabutan beasiswa S3 Risqila secara sepihak, dugaan penyelewengan proyek seragam sekolah gratis, dan dugaan perbuatan tercela.

Risqila merupakan mahasiswi Universitas Hasanuddin. Ia mampu menyelesaikan studinya di Unhas pada 29 Maret 2026 dengan IPK 3,98.

Koordinator Suara Siri’ Na Pacce Gowa (SPPG), Indra Gunawa, mengatakan, pendirian posko tersebut menjadi simbol perjuangan masyarakat dalam mengawal proses yang sedang berlangsung.

“Posko ini menjadi monumen hidup bahwa benteng pertahanan moralitas dan konstitusi di Gowa kini berpusat di DPRD Gowa,” kata Indra.

Baca Juga  Ratusan Nelayan Bulukumba Demo Dinas Kelautan Dan Perikanan

Menurut dia, aliansi moral antara rakyat dan parlemen akan menjadi kekuatan utama untuk mengungkap kebenaran secara transparan, objektif, dan berkeadilan di hadapan publik.

Robek Spanduk

Indra juga mengungkapkan, tidak lama setelah posko berdiri, spanduk yang dipasang sempat ada tak dikenal yang robek tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan peristiwa tersebut tidak akan menghentikan perjuangan mereka.

“Terima kasih karena dengan tanganmu sendiri, kau buktikan bahwa Siri’ Na Pacce tak lagi kau junjung. Kau robek kain spanduk, tapi kau tak akan bisa merobek suara rakyat,” ujarnya.

Ia menilai pencopotan spanduk tidak akan menghilangkan kekecewaan masyarakat terhadap persoalan yang mereka suarakan.

“Kau cabut tulisan di tiang bambu, tapi kau tak akan bisa mencabut luka dan pengkhianatan yang kami rasa. Spanduk boleh sobek, Siri’ kami tidak,” urai Indra.

Dia juga menantang pihak yang diduga merusak spanduk untuk menyampaikan perbedaan pendapat secara terbuka.

“Jika berani, hadapi kami dengan argumen, bukan dengan merobek. Karena orang ber-Siri’ berjuang terang-terangan, bukan bersembunyi di balik pengrusakan,” katanya. (nas)

Tinggalkan Balasan