MAKASSARCHANNEL, SINJAI – Mengantisipasi kemarau ekstrem, El Nino, Pemerintah Kabupaten Sinjai percepat masa tanam tahun 2026.
Sebagai informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memprakirakan dampak El Nino mulai Juli hingga Agustus 2026.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan berkurangnya ketersediaan air yang dapat mempengaruhi hasil pertanian para petani.
Sebagai antisipasi, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Sinjai mengambil langkah strategis untuk menjaga produktivitas pertanian tetap aman.
April-Mei
DTPHP Sinjai lakukan percepatan masa tanam sejak April hingga Mei agar tanaman lebih siap menghadapi ancaman kekeringan saat puncak musim kemarau tiba.
Kepala DTPHP Sinjai, Kamaruddin, di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026), mengatakan, pemerintah daerah telah mengambil berbagai langkah antisipatif, mulai dari perbaikan jaringan irigasi hingga penyaluran bantuan pompa air kepada petani.
“Untuk mengantisipasi El Nino di Kabupaten Sinjai, kami sudah mengambil langkah percepatan tanam sejak April dan Mei. Pemerintah Kabupaten Sinjai juga telah mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk perbaikan irigasi yang ada di beberapa wilayah,” ujarnya.
Ia juga berharap bantuan pompa air yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan maksimal oleh petani ketika gejala kekeringan mulai terjadi pada Juli mendatang.
“Kami berharap petani dapat menggunakan bantuan pompa air saat mulai terjadi kekeringan sebagaimana yang diprediksi BMKG,” tambahnya.
Saat ini, Kabupaten Sinjai telah memasuki musim tanam pertama. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk mempercepat pola tanam sebelum dampak El Nino semakin terasa.
Dia mengatakan, meski menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang segera tiba, sektor pertanian Sinjai justru menunjukkan tren positif.
Produksi Meningkat
Data statistik tahun 2025, menunjukkan produksi pertanian di Kabupaten Sinjai mengalami peningkatan sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.
Total produksi pertanian Kabupaten Sinjai tercatat mencapai sekitar 105 ribu ton, angka yang menunjukkan ketahanan sektor pertanian daerah masih cukup kuat di tengah tantangan perubahan iklim.
Pemerintah daerah pun berharap sinergi antara petani dan pemerintah dapat terus diperkuat agar ancaman El Nino Godzilla tidak sampai mengganggu ketahanan pangan di Kabupaten Sinjai. (ran)













