BERITA TERKINIPendidikan

SIT Ikhtiar UNHAS Hadirkan Pakar Malaysia untuk Kupas Tuntas Strategi Pendidikan Berbasis Tauhid

×

SIT Ikhtiar UNHAS Hadirkan Pakar Malaysia untuk Kupas Tuntas Strategi Pendidikan Berbasis Tauhid

Sebarkan artikel ini
SIT Ikhtiar Unhas
SIT Ikhtiar UNHAS melaksanakan kegiatan Workshop Strategis Pendidikan berbasis tauhid dengan menghadirkan dua pakar pendidikan asal Malaysia, Mohd. Ridzuan Abdul Ghani dan Rasheedah Zakariya

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR– SIT Ikhtiar UNHAS melaksanakan kegiatan Workshop Strategis Pendidikan berbasis tauhid dengan menghadirkan dua pakar pendidikan asal Malaysia, Mohd. Ridzuan Abdul Ghani dan Rasheedah Zakariya, untuk mendiskusikan paradigma baru dalam dunia pembelajaran.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SIT Ikhtiar UNHAS pada hari Sabtu tanggal 11 Mei 2026 ini sebagai komitmen SIT Ikhtiar UNHAS untuk menjaga transformasi kualitas pendidikan di sekolah terus berlanjut.

Fokus utama dalam pertemuan ini adalah membedah kerangka Integrated Tauhidic Thinking (ITT) dengan metode 5D Thinking. Rasheedah Zakariya dalam paparannya menekankan bahwa tantangan terbesar pendidikan modern saat ini adalah adanya “masalah koneksi” (connection problem). Ia menjelaskan bahwa pemisahan antara ilmu pengetahuan dengan wahyu Tuhan merupakan “kegagalan persamaan” yang menghasilkan keunggulan tanpa jiwa (excellence without a soul).

“Tantangan terbesar dalam pendidikan modern saat ini adalaha adanya Connection Problem (Masalah koneksi), dimana adanya pemisahan antara ilmu pengetahuan dan wahyu tuhan merupakan kegagalan persamaan yang menghasilkann keunggulan tanpa jiwa (excellence without a soul).” Ujar Rasheedah Zakariya.

Sebagai solusi, materi workshop ini memperkenalkan lima langkah operasional (5D Thinking) untuk membantu siswa dan guru menghubungkan kembali setiap fenomena alam dengan Sang Pencipta:

* Explore: Menjelajahi fenomena sains secara mendalam.

* Compare: Membandingkan pandangan sekular dengan perspektif tauhid.

* Question: Mengajukan pertanyaan kritis tentang asal-usul penciptaan.

* Connect: Menghubungkan temuan ilmiah dengan bukti keberadaan Allah.

* Appreciate: Mengembangkan rasa syukur dan apresiasi terhadap keagungan Tuhan.

Salah satu poin menarik yang dibahas adalah identifikasi terhadap “Trio Sekular” atau Taghut modern yang sering menyusup dalam teks pembelajaran, yaitu: Alam (Nature), Sebab Material (Material Causes), dan Kebetulan (Random Chance).

Melalui pendekatan ITT, guru di SIT Ikhtiar UNHAS diajak untuk menafikan narasi bahwa alam bekerja sendiri secara kebetulan, dan mengembalikannya pada kesadaran bahwa Allah adalah pemilik kendali atas segala hukum alam.

Harapan besar sekolah dengan adanya kegiatan ini disampaikan oleh Masita Dasa S.Sos., M.Pd.I. sebagai Direktur SIT Ikhtiar Unhas adalah semoga dengan adanya kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada seluruh guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai tauhid dalam setiap pembelajaran di sekolah, sehingga tidak ada lagi sekularisasi dalam proses pembelajaran, yang memisahkan ilmu dengan pencipta. Selain itu, melalui 5D ini, setiap guru dan siswa menjadikan dzikir, fikir, dan syukur sebagai frame dalam setiap kegiatannya agar selalu terconnect dengan Allah SWT

“Kami berharap semoga dengan adanya kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada seluruh guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai tauhid dalam setiap pembelajaran di sekolah, sehingga tidak ada lagi sekularisasi dalam proses pembelajaran, yang memisahkan ilmu dengan pencipta. Selain itu, melalui 5D ini, setiap guru dan siswa menjadikan dzikir, fikir, dan syukur sebagai frame dalam setiap kegiatannya agar selalu terconnect dengan Allah SWT”, Ungkap Ibu Masita.

“Diharapkan, penerapan metode ITT ini dapat menjadi “pohon yang baik” bagi ekosistem pendidikan di sekolah, sebagaimana perumpamaan dalam Surah Ibrahim ayat 24, di mana akar tauhid yang kuat akan membuahkan hasil yang bermanfaat bagi masa depan generasi bangsa” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan