BERITA TERKINIEDUKASIPOLKUMHAM

Dr Basri Sebut UU Perlindungan Guru Penting Segera Disahkan

×

Dr Basri Sebut UU Perlindungan Guru Penting Segera Disahkan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Dr Basri PSd MPd sebut UU Perlindungan Guru penting segera disahkan untuk memberi rasa aman kepada guru
Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Basri, SPd MPd. (Foto : Rusdy Embas/MAKASSARCHANNELCOM)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Wakil Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Dr Basri SPd MPd sebut UU Perlindungan Guru penting segera disahkan.

Basri berharap legisltor di Senayan segera mengesahkan Undang Undang Perlindungan Guru untuk memberi rasa aman kepada pendidikan menjalankan tugasnya.

“Apalagi kita ketahui, saat ini sangat marak kriminalisasi guru di sejumlah daerah,” kata Basri di Kafebaca BBGTK Sulsel, Rabu (4/2/2026).

Dia menambahkan, “Ini dapat menjadi momok bagi guru. Kami khawatir guru akan takut mendisiplinkan siswa karena takut dilaporkan oleh orang tua siswa.”

Basri yang juga Wakil Ketua BKPRMI Sulsel ini memandang undang-undang perlindungan guru ini sangat mendesak segera diundangkan dan disahkan.

Banyak Kasus

Dia mencontohkan sejumlah kasus terkait kriminalisasi terhadap guru sepanjang tahun 2025.

“Kita ketahui, sepanjang tahun 2025, kriminalisasi guru menjadi isu menonjol akibat laporan orang tua siswa terhadap tindakan disiplin yang dianggap melanggar hukum, sering kali berujung pada proses pidana meski niatnya
mendidik,” kata Basri.

Pria yang pernah menjadi Plt Kadis Pendidikan Sulsel itu melanjutkan, “Kasus-kasus ini mencakup tuduhan kekerasan fisik, verbal, atau pungli, yang membuat guru honorer maupun PNS rentan kehilangan hak kerja dan bantuan hukum.”

Contohnya, kasus yang menimpa Supriyani i Konawe Selatan (awal 2025) menyoroti guru honorer yang jadi tersangka penganiayaan siswa.

Begitu pula kasus guru PNS MY di Semarang juga mencuat, sehingga kehilangan tunjangan selama dua tahun akibat kriminalisasi.

“Termasuk tuduhan guru pungli di Luwu Utara yang menyebabkan pencopotan tapi akhirnya dianulir oleh Presiden,” kata Basri mencontohkan.

Lemahkan Pendidikan Karakter

Jika guru enggan mendisiplinkan murid karena takut terkena kriminalisasi, menurut Basri akan menyebabkan lemahnya pendidikan karakter, naiknya bullying, dan hilangnya rasa hormat siswa.

Baca Juga  Hamrina Andi Muri Minta Anggota PGRI Cabang Bontobahari Bertransformasi

“Ini akan jadi bumerang bagi kualitas pendidikan nasional,” kata Basri.

Dia menyebut, meski Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengeluarkan Permendikdasmen No. 4/2026 untuk melindungi guru dari intimidasi, plus janji bantuan hukum, ini belum menjamin guru dari ancaman kriminalisasi.

“Perlu kiranya undang-undang yang mengatur perlindungan guru yang lebih jelas dan mengikat,” imbuhnya.

“Jika ingin Indonesia Maju muliakanlah guru,” sebut Basri.

“Senayan akan kosong dan tidak ada anggota MPR, tidak ada anggota DPR, tidak ada anggota DPD jika tak ada guru. Tidak ada yang jadi presiden, menteri, gubernur, wali kota serta bupati jikalau tak ada guru,” kata Basri.

“Untuk itu muliakan lah guru,” kata Basri sembari meneriakkan slogan Salam Indonesia Cerdas. ***

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….