BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Maros Masuk 10 Besar Kabupaten Termiskin

×

Maros Masuk 10 Besar Kabupaten Termiskin

Sebarkan artikel ini
Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan melansir, Maros masuk 10 besar kabupaten termiskin di Sulsel dengan tingkat kemiskinan 9,32 persen
Bupati Maros Chaidir Syam

MAKASSARCHANNEL.COMBadan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan melansir, Maros masuk 10 besar kabupaten termiskin di Sulsel.

Data BPS Sulsel, per September 2024 menyebutkan, tingkat kemiskinan di Maros tercatat sebesar 9,32 persen pada tahun 2024.

Angka ini menurun sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 9,65 persen.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengaku sementara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data dan faktor-faktor penyebab tingginya angka kemiskinan.

“Kami sedang mengevaluasi angka-angka tersebut,” kata Chaidir Syam, Kamis (22/5/2025).

Itu penting, menurut Chaidir Syam, agar bisa memahami indikator penyebab Maros masuk 10 besar kabupaten dengan persentase kemiskinan tertinggi di Sulsel.

Masih Ada Desa Tertinggal

Sekretaris DPW PAN Sulsel itu mengakui, hingga saat ini, masih ada satu desa di Maros berstatus tertinggal, yakni Desa Bontosomba.

Meski demikian, Chaidir menegaskan, secara umum pertumbuhan ekonomi Maros tetap berada pada tren yang positif.

Chaidir mengklaim, saat ini, angka pertumbuhan ekonomi Maros mencapai 3,79 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kita masih di atas rata-rata nasional dan provinsi,” kata Chaidir.

Data Tunggal

Untuk memastikan penanganan kemiskinan berjalan efektif dan tepat sasaran, Pemkab Maros akan melakukan penyisiran data warga miskin secara terperinci melalui pendekatan name by address.

Pemerintah Kabupaten akan telusuri satu per satu melalui data DTSN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).

“Pendataan sekarang hanya boleh satu data. Tidak boleh lagi ada data dari Dinas Kesehatan atau dinas lain yang berbeda-beda,” tegas Chaidir.

Berikut 10 Besar Daerah Termiskin di Sulsel :

1.Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep): 12,41 persen
2.Kabupaten Jeneponto: 11,82 persen
3.Kabupaten Luwu: 11,70 persen
4.Kabupaten Enrekang: 11,25 persen
5.Kabupaten Luwu Utara: 11,24 persen
6.Kabupaten Kepulauan Selayar: 10,79 persen
7.Kabupaten Tana Toraja: 10,79 persen
8.Kabupaten Toraja Utara: 10,73 persen
9.Kabupaten Bone: 9,58 persen
10.Kabupaten Maros: 9,32 persen. ***

Tinggalkan Balasan