BERITA TERKINIEDUKASIPEMERINTAH DAERAH

42 Inovasi SMART Puskesmas Lahir Di Maros

×

42 Inovasi SMART Puskesmas Lahir Di Maros

Sebarkan artikel ini
Peserta pelatihan SMART Puskesmas lahirkan 42 inovasi SMART Puskesmas di Aula Hasanuddin Pusjar SKMP LAN Makassar
LAYANAN ADAPTIF - Peserta mempresentasikan beragam inovasi pelayanan dalam Pameran SMART Puskesmas, memperlihatkan komitmen menghadirkan layanan yang lebih adaptif di Aula Hasanuddin Makassar, Rabu , 1 Juli 2026. (Foto : Tim Humas Pusjar SKMP LAN)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Peserta seminar SMART Puskesmas lahirkan 42 inovasi SMART Puskesmas di Aula Hasanuddin Pusjar SKMP LAN Makassar.

Puluhan inovasi Layanan SMART tersebut hadir sebagai implementasi aksi transformasi dari 14 Puskesmas di Kabupaten Maros melalui Seminar dan Pameran Aksi Transformasional Pelatihan SMART Puskesmas.

Humas Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN, Adekamwa, melalui rilis mengatakan, LAN RI terus memperkuat transformasi pelayanan publik, melalui pengembangan kapasitas aparatur, yang berorientasi pada hasil nyata.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pusjar SKMP LAN bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maros, di Aula Hasanuddin, Makassar, Rabu (1/7/2026).

Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Pusjar SKMP LAN Dr Muhammad Aswad MSi, Kepala Dinas Kesehatan Maros dr Muhammad Yunus SKed, MKes.

Hadir pula , Kabid Yankes Dinas Kesehatan Makassar A Shinta Pratiwi SSTP, MAP, Kepala Dinas Kesehatan Pangkep Herlina SSi, Apt, MKes, serta Kabag Umum Pusjar SKMP LAN Zulchaidir SSos, MPA.

Tampak pula para mentor, coach, penguji, pejabat fungsional di lingkungan Pusjar SKMP LAN, perwakilan pemerintah daerah, serta seluruh peserta Pelatihan SMART Puskesmas.

Pembelajaran Menuju Perubahan Nyata

Pelatihan SMART Puskesmas dirancang sebagai model pembelajaran implementatif untuk memperkuat transformasi layanan kesehatan primer melalui lima nilai utama, yaitu Sehat, Mandiri, Adaptif, Ramah, dan Tangguh (SMART).

Selama kurang lebih dua bulan, peserta mengikuti pembelajaran klasikal, studi lapangan, pendampingan intensif melalui coaching, hingga mengimplementasikan proyek perubahan di puskesmas masing-masing.

Tahap akhir pembelajaran diwujudkan melalui Seminar dan Pameran Aksi Transformasional yang menampilkan hasil implementasi inovasi dari setiap peserta.

Sebanyak 14 puskesmas mempresentasikan proyek perubahan pada tiga klaster, yakni Kepala Puskesmas, Manajemen Puskesmas, dan Pengelolaan Keuangan, sehingga secara keseluruhan lahir 42 aksi transformasi yang siap diterapkan dan direplikasi.

Baca Juga  Pusjar SKMP LAN Dan Mitra PPNPN Tegaskan Komitmen

Jadi Inspirasi Bagi Daerah Lain

Kepala Pusjar SKMP LAN, Dr Muhammad Aswad MSi, menegaskan bahwa pameran aksi transformasional merupakan bagian penting dari pendekatan pembelajaran.

“Di LAN RI, inovasi tidak berhenti pada proses belajar. Hari ini adalah tahap display, yaitu memperlihatkan kepada publik bahwa transformasi yang dilakukan benar-benar menghasilkan perubahan. Inovasi harus dipublikasikan agar menjadi inspirasi dan dapat direplikasi oleh instansi lain,” ujar Dr Muh. Aswad.

Kapus SKMP LAN juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Maros, atas kepercayaan yang diberikan kepada LAN RI, dalam mendampingi transformasi layanan kesehatan primer melalui SMART Puskesmas.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Maros, dr Muhammad Yunus SKed, MKes, menyampaikan bahwa Pemkab Maros memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi bersama Pusjar SKMP LAN.

“Kerja sama ini telah melahirkan perubahan yang nyata. Dari 14 puskesmas, lahir 42 aksi transformasi yang menjadi modal penting untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Maros,” ujar M Yunus.

Dia melanjutkan, “Kami berharap semangat transformasi ini terus berkembang sehingga Kabupaten Maros mampu bergerak lebih cepat dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas.”

Praktik Baik

Sebanyak 14 puskesmas se-Kabupaten Maros menampilkan inovasi pelayanan. Berbagai inovasi tersebut antara lain TUA TANNING dari UPTD Puskesmas Cenrana.

Ada APPAKABAJI dari Puskesmas Bontoa, MATUDE dari Puskesmas Marusu, MALEBBI SMART dari Puskesmas Mandai, KALUBAMPA dari Puskesmas Tanralili.

Sementara Puskesmas Monongloe menampilkan LAME AJU, Puskesmas Simbang menghadirkan SATU, Puskesmas Camba dengan SIGAP TO CEMPA, dan SIPADA SIPPADA dari Puskesmas Mallawa.

Puskesmas Maros Baru tampilkan inovasi MABAR CEMERLANG, PASTI MELAYANI dari Puskesmas Bantimurung, dan PELITA DEWA LAU dari Puskesmas Lau.

Dari Puskesmas Tompobulu lahir GEMAS TOMPOBULU MARANNU, sementara kreativitas Puskesmas Turikale hadirkan SEWAKI MADECENG.

Baca Juga  Pusjar SKMP LAN Sosialisasi Corporate University Di Mamasa

Kepala Pusjar SKMP LAN bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, para coach, dan mentor mengunjungi setiap stan pameran untuk berdialog dengan peserta, sekaligus menguji implementasi aksi transformasi pada masing-masing klaster.

Pendekatan ini memastikan setiap inovasi tidak hanya berhenti sebagai gagasan, tetapi memiliki kebermanfaatan yang terukur dan berpotensi direplikasi.

Mengawal Perubahan Dari Puskesmas

Usai rangkaian Seminar dan Pameran Aksi Transformasional, peserta Pelatihan SMART Puskesmas Kabupaten Maros secara resmi dilepas oleh Kapus SKMP LAN, Dr Muhammad Aswad.

Di momen itu Muhammad Aswad menyerahkan Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP) kepada para peserta sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian Pelatihan SMART Puskesmas.

Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa berakhirnya pelatihan bukanlah akhir dari proses transformasi, melainkan awal dari implementasi perubahan di setiap puskesmas.

“Hari ini bukan garis akhir. Sesungguhnya pekerjaan baru dimulai ketika Bapak dan Ibu kembali ke puskesmas masing-masing. Jadikan inovasi yang telah dibangun sebagai budaya kerja, terus lakukan perbaikan, dan pastikan setiap perubahan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Itulah ukuran keberhasilan pembelajaran di LAN RI” tegas Dr Muhammd Aswad, yang Tim Humas Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan dokumentasikan.

Membangun Reformasi Dari Layanan Terdepan

Kolaborasi antara LAN RI dan Pemerintah Kabupaten Maros, menunjukkan bahwa reformasi birokrasi sektor kesehatan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi aparatur.

Transformasi harus dibuktikan melalui inovasi yang dapat diimplementasikan, diukur manfaatnya, serta direplikasi oleh daerah lain.

Melalui SMART Puskesmas, LAN RI menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran kebijakan (policy learning hub).

Pengembangan kompetensi ASN diarahkan untuk menghasilkan perubahan nyata pada kualitas pelayanan publik, dimulai dari puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.***

Baca Juga  Dompet Dhuafa Sulsel Dan Kemenkes Gelar Skrining Kesehatan Lansia

Tinggalkan Balasan