MAKASSARCHANNEL, SINJAI – Sekda Sinjai harap warga manfaatkan lahan kosong dengan menanam berbagai jenis buah.
Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa, menyampaikan harapan itu kepada penyuluh pertanian agar mengedukasi masyarakat memanfaatkan lahan kosong menanam buah-buahan.
Langkah itu menurut Sekda Sinjai, untuk mendukung kebutuhan pasokan buah bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekda menyampaikan itu saat Uji Publik Dokumen Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) di Aula Dispusip Sinjai, Kamis (6/11/2025) pagi.
Dukung Program Makanan Bergizi
“Kami harapkan para penyuluh bisa menggerakkan masyarakat agar memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk menanam buah-buahan seperti semangka, pisang, pepaya, dan lainnya,” kata Sekda.
Dia melanjutkan, “Ini bukan hanya menambah pendapatan, tapi juga mendukung program makan bergizi gratis bagi anak sekolah.”
Kebutuhan buah-buahan di Sinjai saat ini, menurut Andi Jefrianto, sebagian besar masih pasokan dari daerah lain. Bahkan mencapai 70 persen.
“Karena itu, perlu meningkatkan produksi lokal agar ketergantungan terhadap pasokan luar bisa berkurang,” kata Sekda Andi Jefri.
Libatkan BUMDes
Dia juga mengajak camat dan kepala desa agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berkolaborasi dengan pengelola SPPG dalam sistem pemasaran hasil panen buah masyarakat.
“Dengan adanya kerja sama ini, masyarakat tidak perlu bingung mencari pembeli,” kata Andi Jefri.
Nantinya, BUMDes akan membeli langsung hasil panen mereka. Uji coba akan mulai bulan depan di dua kecamatan, yakni Sinjai Utara dan Sinjai Timur.
“Kecamatan lain menyusul,” kata Sekda.
28 Titik SPPG
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Sinjai, Kamaruddin, menambahkan, bakal ada 28 titik SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan di Sinjai.
Untuk memenuhi kebutuhan program tersebut, dibutuhkan pasokan buah segar setiap hari.
Rinciannya, semangka 200 buah, pisang 200 tandan, pepaya 200 buah, melon 330 buah, jeruk 300 buah dan lengkeng 400 buah.
“Kami menyarankan juga agar dana ketahanan pangan yang desa kelola bisa untuk pengembangan komoditas yang memiliki perputaran cepat, sehingga mampu memenuhi kebutuhan harian SPPG secara berkelanjutan,” kata Kamaruddin.
Melalui sinergi antara penyuluh, masyarakat, pemerintah desa, dan BUMDes, Sinjai dapat mewujudkan kemandirian pangan lokal.
Sekaligus mendukung suksesnya program makan bergizi gratis yang pemerintah canangkan. (ran)











