MAKASSRCHANNEL, MAKASSAR – Aktivitas literasi di taman baca Masjid Ashabul Jannah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Provinsi Sulawesi Selatan dihidupkan kembali (comeback) tetap dengan nama kegiatan Sastra Sabtu Sore.
Baca Juga: Pegiat Literasi Gelar Sastra Sabtu Sore
Pada Sabtu (22/8/2026) Satra Sabtu Sore berlangsung dengan tema “Merah Putih Puisi Kita”. Tema ini terkait dengan masih dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rusdin Tompo, dari Komunitas Puisi (KoPi) Makassar, memulai acara dengan mengajak mereka yang hadir mengirimkan alfatihah kepada almarhum Dr H Syahriar Tato, yang wafat pagi itu. Syahriar Tato semasa hidupnya merupakan seniman, aktor peran, pemain sinetron, penyair, dan birokrat.
Baca Juga: Sastra Sabtu Sore Jadi Ruang Interaksi Dan Berekspresi
Koordinator Satupena Sulawesi Selatan itu menyampaikan terima kasih kepada Dispusarsip Provinsi Sulawesi Selatan atas dukungan yang diberikan.
Gagasan di Masa Pandemi
Rusdin mengatakan, pada 2020, enam tahun lalu, saat masa pandemi Covid-19, acara Sastra Sabtu Sore mulai digagas di tempat yang sama, oleh Moh Hasan Sijaya. Kala itu, menjabat Kepala Dispusarsip Provinsi Sulawesi Selatan.
Setelah itu, Rusdin Tompo membacakan puisi terbarunya, “Bung Karno, Ayo Ngopi”. Puisi esai ini berkisah tentang Ir Soekarno, Presiden RI ke-1, yang rutin ngopi sebelum beraktivitas.
Baca Juga: Komunitas Puisi Makassar Gelar Lagi Sastra Sabtu Sore
Sejak muda, saat tengah berkumpul dengan tokoh-tokoh pergerakan, kopi selalu jadi teman diskusi Bapak Proklamtor, yang dijuluki Putra Sang Fajar itu.
Bukan Hanya Pembacaan Puisi
Asri, S.Sos, MM, Pustakawan Ahli Madya, Dispusarsip Provinsi Sulawesi Selatan, mengapresiasi terlaksananya kembali Sastra Sabtu Sore di taman baca sebagai upaya penguatan gerakan literasi.
Baca Juga: Gairahkan Sastra Di Sulsel, KoPi Makassar Lakukan Ini
Asri berharap, bukan saja kegiatan pembacaan puisi. Bila perlu juga lomba baca puisi yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, dan komunitas.
Dia mendorong agar taman baca di depan Masjid Ashabul Jannah itu menjadi tempat berbagai kegiatan literasi, seni, dan budaya. Agar lebih memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas.
Melibatkan Anak-Anak
Menariknya, kegiatan Sastra Sabtu Sore ini selalu memberikan ruang bagi anak-anak menampilkan potensinya.
Pada Sastra Sabtu Sore edisi kemerdekaan ini, hadir murid SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Makassar, bernama Rukayya. Murid kelas 4 itu membaca puisi berjudul Diponegoro karya Chairil Anwar.
Rukayya, baru saja keluar sebagai juara lomba baca puisi Semarak Kemerdekaan di sekolahnya. Ia hadir didampingi wali kelasnya, Rosmiaty, S.Pd I, dan ayahnya.
Meski baru pertama kali tampil baca puisi di luar sekolah, Rukayya cukup percaya diri, menuntaskan penampilannya. Ia mendapat tepuk tangan dari para hadirin.
Kegiatan Sastra Sabtu Sore ini merupakan kolaborasi Dispusarsip Provinsi Sulawesi Selatan, Satupena Sulawesi Selatan, dan KoPi Makassar. ***












