BERITA TERKINIPemkot Makassar

Pemkot Makassar Seleksi Imam Kelurahan, Appi Tekankan Sikap Toleran Menjadi Syarat

×

Pemkot Makassar Seleksi Imam Kelurahan, Appi Tekankan Sikap Toleran Menjadi Syarat

Sebarkan artikel ini
Pemkot Makassar Seleksi Imam Kelurahan, Appi Tekankan Sikap Toleran Menjadi Syarat berlangsung di Balai Kota Rabu (6/5/2026)
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membuka kegiatan seleksi imam kelurahan. (Foto: Situs Pemkot Makassar)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar sedang menyeleksi imam masjid kelurahan periode 2026-2029. Wali Kota Makassar, Munafri Arfuddin atau Appi menekankan sikap toleran menjadi salah satu syarat.

Mengutip situs Pemkot Makassar, dari 140 pendaftar,130 akan dipilih menjadi imam di 130 kelurahan selama tiga tahun.

Menyampaikan sambutan pada kegiatan pembukaan seleksi imam kelurahan di Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (6/5/2026), Appi mengatakan kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi syarat mutlak yang tidak bisa mengkompromikan.

“Kalau tidak pintar mengaji, ya tidak usah. Masa di satu kelurahan banyak yang bisa mengaji, tapi yang tidak bisa justru terpilih. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Toleran

Selain kompetensi keagamaan, Appi juga menggarisbawahi pentingnya sikap toleran. Menurutnya, imam bukan hanya pemimpin ibadah. Imam juga figur sosial yang harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat yang heterogen di Kota Makassar.

“Kalau tidak toleran, juga jangan. Kita hidup di tengah masyarakat yang majemuk. Imam harus hadir sebagai penyejuk, bukan sumber persoalan,” tegas Appi.

Fungsi Sosial

Appi mengemukakan bahwa peran imam sangat strategis dan tidak terbatas pada memimpin salat lima waktu semata. Ia menginginkan imam menjadi pusat solusi atas berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Appi ingin agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat. Masjid juga sebagai pusat musyawarah sosial dan pembinaan generasi muda qur’ani.

“Imam itu harus menjadi tempat menyelesaikan masalah. Ketika persoalan masyarakat dibawa ke masjid, di situlah seharusnya masalah itu selesai. Ini fungsi sentral imam,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Makassar tidak ingin lagi mendengar adanya keluhan masyarakat terhadap kinerja imam.

Oleh karena itu, proses seleksi harus benar-benar menghasilkan sosok yang memiliki moral, integritas, serta visi yang kuat dalam membangun umat.

Integritas dan Sportif

Appi juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sikap sportif dalam proses seleksi. Ia tidak mau nantinya ada narasi negatif dari peserta yang tidak terpilih.

“Namanya seleksi, pasti ada yang lulus dan tidak. Tapi jangan yang tidak lulus justru memberi sinyal negatif. Kita butuh kekompakan untuk membangun masjid yang berkualitas,” ujarnya.

Secara khusus, Appi juga memberikan peringatan keras kepada para penguji, agar menjaga integritas dalam proses seleksi.

Ia bahkan menyebut bahwa kualitas imam hasil seleksi merupakan cerminan dari kualitas dan integritas para penguji.

“Pastikan yang lulus adalah yang benar-benar capable. Bukan karena persahabatan, hubungan darah, atau kedekatan,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan