KPK Geledah Rumah Adik Syahrul Yasin Limpo

Setelah menyita rumah mewah Syahrul Yasin Limpo, KPK menggeledah rumah adik SYL di Jl Hertasning Makassar, Kamis (16/5/2024)

MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Setelah menyita rumah mewah SYL, KPK geledah rumah adik Syahrul Yasin Limpo di Jl Hertasning Makassar, Kamis (16/5/2024).

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah adik kandung SYL, Andi Tenri Angka, masih terkait dengan kasus yang menjerat SYL.

Polisi bersenjata lengkap mengawasi penggeledahan rumah milik adik Syahrul Yasin Limpo itu. Polisi lainnya menjaga pintu pagar rumah selama penggeledahan.

KPK menggeledah rumah mewah milik saudari Syahrul Yasin Limpo, Andi Tenri Angka.

Tim antirasuah itu hadir di lokasi mengendarai mobil Innova hitam dengan plat B 2026 IG. Ada juga mobil Nissan March merah.

Ketua RT dan RW

Rumah itu terlihat mewah dengan dominasi warna putih. Ada mobil Vellfire putih DD 1871 VU parkir di garasi.

Petugas berompi KPK terlihat mengecek mobil tersebut. Ketua RT dan RW setempat menyaksikan proses penggeledahan.

Tim Penyidik KPK menggeledah rumah tersebut sekira enam jam. Mereka keluar dari rumah membawa dua koper hitam dan cokelat.

Dua koper itu dimasukkan ke dalam mobil Innova yang ditumpangi.

Ketua RW 01 Kelurahan Tidung, Amin Usman, mengatakan, Tim KPK memasuki dua kamar di lantai dua yang merupakan kamar utama.

Libatkan Tukang Reparasi Kunci

“Kamar utama semua di lantai dua. Iya cukup luas. Namanya juga rumah mewah,” kata Amin Usman.

Untuk memasuki dua kamar itu, lanjut Amin, tim KPK memanggil tukang reparasi kunci.

“Tidak dibongkar paksa. Ada kunci, bahkan ada dipanggil tukang reparasi,” ucap Amin Usman.

Meski lebih kurang enam jam melakukan penggeledahan, Amin mengaku tidak melihat ada barang yang diambil tim KPK.

“Tidak ada (yang diambil), tidak ada saya lihat,” bebernya.

Sita Rumah

Sebelumnya, KPK menyita satu unit rumah mewah milik mantan Menteri Pertanian SYL, Rabu (14/5/2024).

Rumah yang disita terletak di Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Rumah itu ditaksir seharga Rp 4,5 miliar.

KPK menduga SYL membeli rumah itu dari uang mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta.

Rumah mewah tersebut didominasi warna putih dengan pagar tinggi berwarna hitam.

Tim dari KPK juga telah menempelkan tulisan ‘tanah dan bangunan telah disita’ pada dinding luar rumah mewah itu.

Sita Mercedes Benz

Hari Senin (13/5/2024), penyidik KPK juga menyita satu mobil Mercedes Benz Sprinter 315 CD warna hitam.

Mobil mewah yang diperkirakan bernilai Rp 1,4 miliar tersebut disita di Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Mobil itu diduga milik SYL sengaja disembunyikan dan dipindahtangankan. Mobil itu didapati dalam penguasaan orang terdekat SYL.

Penyitaan ini dilakukan lantaran uang pembelian aset diduga berasal dari pemerasan, gratifikasi hingga TPPU.

Uang tersebut diduga disimpan oleh Muhammad Hatta dan diberikan ke SYL.

“Diperkirakan nilai rumah tersebut sekitar Rp4,5 miliar dan sumber uangnya dari MH. Orang kepercayaan tersangka,” kata jubir KPK Ali Fikri,

Ali Fikri mengatakan, Tim Aset Tracing dari Direktorat Pelacakan Aset Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK, masih akan terus melakukan penelurusan untuk memback up pengumpulan alat bukti dari tim penyidik.

“Diharapkan sitaan ini dapat menjadi asset recovery dalam putusan pengadilan nantinya,” kata Ali Fikri melalui keterangan tertulisnya, Kamis (16/5/2024).

Kirim Pengacara

Andi Tenri Angka mengirimkan pengacara keluarga untuk memantau proses penggeledahan.

“Saya diminta untuk memantau rumahnya. Saya sebagai kuasa hukum keluarga,” ujar kuasa hukum keluarga, Muhammad Nasir kepada wartawan di depan rumah Andi Tenri, Kamis (16/5/2024).

Nasir mengatakan ada tim advokat yang mendampingi KPK di dalam rumah.
Dia mengaku belum menerima informasi terkait proses penggeledahan di dalam rumah.

“Namun karena teman-teman advokat juga sudah ada perwakilan di situ jadi kami serahkan kepada kuasa hukum yang sudah ada di dalam,” tambah Nasir.

Dia juga menyerahkan ke KPK memberi penjelasan terkait penggeledahan tersebut. Nasir mengaku tak mendalami apakah ada dokumen atau barang yang disita.

“Hasil pengamatan, ini kapasitas KPK, apakah penggeledahan atau ada yang disita, kami nda sampai ke situ,” ujarnya.

Sementara soal penggeledahan yang dikaitkan dengan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) SYL, Nasir juga tak memberi keterangan lebih jauh.

Kendati demikian, dia membenarkan bahwa rumah yang digeledah tersebut merupakan milik Andi Tenri Angka, adik SYL.

“Kaitan rumah dengan SYL, belum kami ambil tanggapan dulu untuk sementara. Iya, ini ibu Andi Tenri Angka Yasin Limpo,” singkatnya.

SYL kini tengah diadili atas kasus dugaan pemerasan hingga mencapai Rp44,5 miliar dan gratifikasi dianggap suap sejumlah Rp40,6 miliar selama periode 2020-2023.

Tindak pidana itu dilakukan SYL bersama-sama dengan dua terdakwa lainnya yaitu Muhammad Hatta dan Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono.

Tak hanya itu, SYL juga diproses hukum KPK atas kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kasus tersebut masih bergulir di tahap penyidikan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *