MAKASSARCHANNEL.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikdasmen perkuat partisipasi semesta untuk penuhi ketersediaan guru yang kompeten.
Sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru sebagai kunci pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyampaikan itu saat Rakor Implementasi Program Prioritas Kemendikdasmen Provinsi Lampung, Senin, 13 April 2026.
Saat itu Dirjen Nunuk menyampaikan bahwa arah kebijakan pendidikan nasional saat ini mengusung visi pemerataan akses dan peningkatan kualitas melalui visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Dia mengatakan, “Pendidikan yang bermutu untuk semua sebenarnya memberikan akses pendidikan tanpa membedakan,” kata Nunuk dalam pernyataan tertulis, Selasa (14/4/2026).
Hak Setiap Anak
Setiap anak, lanjut Nunuk Suryani, berhak mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan kesempatan mengembangkan potensi.
Untuk mewujudkan visi tersebut, kata Dirjen Nunuk, Pemerintah menjalankan berbagai program prioritas pada tahun 2026. Salah satunya difokuskan pada penguatan profesionalisme guru.
“GTK melakukan berbagai program prioritas seperti penguatan profesionalisme guru, yang tujuannya adalah kesejahteraan melalui penuntasan sertifikasi dan peningkatan kualifikasi akademik,” kata Nunuk.
Dirjen Nunuk menambahkan, transformasi pendidikan nasional terus diperkuat melalui berbagai cara.
Guru Non-ASN
Pemerintah melalui Kemendikdasmen menaruh perhatian pada keberadaan guru non-ASN yang berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran.
Dia menegaskan, “Guru-guru honorer yang saat ini masih ada, kami masih sangat membutuhkan. Kami menghimbau untuk tidak dirumahkan karena mereka tetap menjalankan fungsi penting dalam pembelajaran.”
Dalam lingkup nasional, ia mengakui tantangan pemenuhan kebutuhan guru masih menjadi isu strategis.
Setiap tahun, lanjutnya, sekitar 70 hingga 80 ribu guru memasuki masa pensiun, sementara kekurangan guru terus terakumulasi.
“Setiap tahun guru-guru kita pensiun 70 ribu hingga 80 ribu. Kekurangan ini terus terakumulasi, sehingga pemenuhan kebutuhan guru menjadi prioritas yang harus segera dituntaskan,” kata Nunuk.
Capaian Sertifikasi
Tidak hanya upaya pemenuhan jumlah pendidik, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan kualitas guru melalui percepatan sertifikasi dan peningkatan kualifikasi akademik guru.
Saat ini, ia mengatakan capaian sertifikasi secara nasional telah melampaui 92 persen.
“Secara nasional kita sudah mencapai di atas 92 persen guru tersertifikasi. Sisanya adalah yang belum memenuhi kualifikasi S1, dan ini kita dorong melalui program beasiswa kualifikasi D4/S1,” ujarnya. (bas)













