Meski begitu, Rara tetap berharap bentuk dukungan nyata dari pemerintah dan stakeholder terkait. Berupa ikut menopang dan mensosialisasikan pentingnya literasi pada masyarakat dan pemuda.
Rara dan teman-temannya di Pintu Literasi merencanakan agar Kedai Literasi bisa menjadi perpustakaan tempat produktif bagi anak-anak, pemuda, dan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan literasi. Kegiatan-kegiatannya mencakup banyak hal, bukan hanya membaca saja namun segala hal kegiatan masyarakat seperti ekonomi, pertanian, dan budaya.
Berita Terkait :
Terima Penggiat Literasi, Kadis Perpustakaan Gowa Bilang Ini
“Kami juga ada kegiatan sosial setiap bulannya. Yakni, sedekah duafa dan memiliki donatur tetap di Komunitas Pintu Literasi yang setiap bulannya disalurkan kepada para duafa di beberapa desa dan kelurahan di Tompobulu,” kata Rara.
Dalam menjalankan program, Rara mengaku mengedepankan kolaborasi dan kerja sama untuk membumikan Dataran Tinggi cakap literasi di tiga kecamatan kaki Gunung Bawakaraeng, yakni kecamatan Tompobulu, Biringbulu, dan Bontolempangan.
“Pintu Literasi akan menjadi wadah yang diminati semua kalangan. Namun, support dari elemen terkait, dalam hal ini masyarakat dan pemerintah, sangat diperlukan dalam membumikan literasi di Dataran Tinggi Gowa,” katanya. (her)













