BERITA TERKINIEDUKASI

Kepala BBGTK Sulsel Buka ToT Pembelajaran Mendalam

×

Kepala BBGTK Sulsel Buka ToT Pembelajaran Mendalam

Sebarkan artikel ini
Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan resmi membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Pemebelajaran Mendalam untuk fasilitator guru Angkatan 1 di Aula Anging Mammiri, Senin, 21 Juni 2026

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan resmi membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Pemebelajaran Mendalam untuk fasilitator guru Angkatan 1 di Aula Anging Mammiri, Senin, 21 Juni 2026.

Kegiatan ini didesain bukan sekadar sebagai pelatihan biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk mencetak fasilitator tangguh yang siap memimpin transformasi pendidikan di tengah pesatnya era Kecerdasan Buatan (AI).

Kepala BBGTK Sulawesi Selatan, Dr Arman Agung MPd, dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan saat ini sedang menapaki jalan menuju perubahan besar.

Di tengah dunia yang bergerak cepat di mana mesin sudah mampu menulis, menggambar, dan menganalisis data, peran guru justru semakin krusial.

“Satu hal yang tidak dapat digantikan oleh mesin adalah kebijaksanaan. Teknologi harus menjadi alat, bukan tujuan, dan manusia harus tetap menjadi pusatnya,” tegas Arman.

Ia menyoroti pentingnya Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), yaitu pendidikan yang tidak sekadar mengajarkan hafalan, melainkan mengajarkan cara berpikir, merangkai pertanyaan, serta memahami dan memaknai ilmu.

Dengan memadukan pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial, generasi muda diharapkan memiliki kekuatan ganda: inovasi teknologi dan karakter kemanusiaan.

Arman juga memberikan pesan filosofis yang kuat kepada para peserta.

“Kesadaran tanpa bermakna dan menggembirakan adalah kosong. Bermakna tanpa berkesadaran dan menggembirakan adalah berat. Sementara menggembirakan tanpa berkesadaran dan bermakna itu sesat,” ujarnya.

Arman mengingatkan peran fasilitator sekembalinya mereka ke daerah masing-masing.

“Bapak Ibu adalah pengganda perubahan. Apa yang dipelajari di sini akan diteruskan kepada ratusan guru lainnya, dan akan menyentuh jutaan peserta didik,” kata Arman.

Dia melanjutkan, “Masa depan pendidikan di Sulawesi Selatan sebagian sedang dititipkan di ruangan ini. Jadilah fasilitator yang tidak hanya menguasai modul, tetapi menguasai hati.”

Baca Juga  BBGTK Sulsel Gelar FKP Standar Pelayanan Publik

119 Peserta

Ketua Panitia Kegiatan, Sukiman Suhlian, melaporkan, TOT kali ini diikuti oleh 119 peserta yang dibagi ke dalam empat kelas.

Rinciannya; Kelas A (29 orang): Mata pelajaran PAUD (24 orang) dan Pendidikan Non-Formal/PNF (5 orang).

Kelas B (34 orang): Mata pelajaran Bahasa Indonesia jenjang SD dan SMP. (Terdapat 1 peserta absen dari total 35)

Kelas C (30 orang): Mata pelajaran Matematika SD dan Ekonomi SMA.
Kelas D (25 orang): Mata pelajaran KKA SD dan KKA SMP.

Sukiman menjelaskan bahwa peserta yang terpilih bukanlah orang baru, melainkan mereka yang sudah perna mengikuti pelatihan sebelumnya.

Pemilihan peserta didasarkan pada keaktifan komunitas dan rekomendasi dari Dinas Pendidikan.

“Sifat kegiatan ini adalah refreshment (penyegaran). Jika semuanya lulus, mereka diproyeksikan bertugas mendampingi komunitas yang terdaftar di sistem Sindara mulai 25 Juli hingga 28 November mendatang, yang terbagi dalam 7 siklus pendampingan,” lapor Sukiman. (mun)

Tinggalkan Balasan