MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Masyarakat di wilayah Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa/Gowa, dan Takalar) bisa menikmati Bus Trans Sulsel secara gratis hingga Desember 2025.
Trans Sulsel adalah moda transportasi massal yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa 14 Juli 2025.
Trans Sulsel melayani masyarakat dengan 27 unit bus melalui rute di dua koridor mulai pukul 05:30 hingga 21:00 Wita.
Layanan Bus Trans Sulsel menggunakan jalur (koridor) dengan rute yang sebelumnya dilayani Teman Bus Mamminasata oleh Kementerian Perhubungan.
Kini Teman Bus Mamminasata tinggal melayani satu koridor ke Kampus Unhas Tamalanrea dan Fakultas Tekni di Gowa, dan Mall Panakkukang.
Rute Koridor 1
Koridor 1 melayani jalur dalam Kota Makassar hingga Takalar dengan 14 unit bus. Di koridor 1 ada 105 halte untuk mencapai 105 titik (pulang-pergi).
Rute Koridor 1 berawal dari Mal Panakkukang, Jl. Boulevaer, Jalan AP Pettarani, Jalan Pelita Raya, Jl. Sungai Saddang Baru/Lama, Jl. Gunung Latimojong, Jl. Lanto Dg Pasewang, Jl. Sudirman, Jl. Haji Bau, dan berlanjut ke kawasan Center Point of Indonesia (CPI).
Bus kemudian berputar di kawasan Universitas Ciputra, Masjid 99 Kubah Asmaul Husna, RS Vertikal Kemenkes, lalu ke arah Tanjung Bunga hingga Pelabuhan Kabupaten Takalar.
Rute Koridor 2
Sementara koridor 2 menghubungkan Kampus Unhas Tamalanrea, sepanjang Jl. Perintis Kemerdekaan, masuk ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, kemudian ke Stasion Kereta Api Mandai di Kabupaten Maros.
Koridor ini terkoneksi dengan jalur kereta api dari Maros menuju Pangkep, Barru, dan Parepare. Di koridor ini tersedia 13 unit melayani di 51 halte.
Selain dua koridor utama tersebut, ada Koridor 5 yang hingga kini masih di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan dengan Teman Bus Mamminasata.
Garatis Hingga Desember, Pemrov Subsidi Rp 16 Miliar
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Erwin Terwo kepada wartawan menjelaskan Trans Sulsel masih dalam tahap Uji Coba Hingga Desember 2025.
Selama masa awal operasional Juli hingga Desember 2025, masyarakat masih menikmati layanan Trans Sulsel secara gratis.
Untuk menalangi biaya uji coba gratis hingga Desember ini, menurut Erwin, Pemprov Sulsel menggelontorkan subsidi Rp 16 miliar.
Setelah masa uji coba, jelas Erwin, Trans Sulsel akan menggunakan sistem pembayaran dengan metode tapping melalui kartu elektronik dan scan QRIS.
“Sekarang masih gratis. Kami sedang menyiapkan sistem pembayaran non-tunai. Untuk tarif resmi, masih menunggu finalisasi bersama Bapenda” jelas Erwin, seperti dilansir Situs Pemprov Sulsel.
Erwin mengatakan, pihaknya tengah membangun aplikasi mobile “Bus Trans Sulsel”, namun belum memfungsikan selama masih belum berbayar.
“Aplikasinya nanti akan memungkinkan penumpang untuk Membeli dan mengisi saldo kartu elektronik langsung dari smartphone, jadwal dan posisi bus realtime dan kondisi trayek atau layanan via fitur feedback,” jelas Erwin. ***













