MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Tiga Guru Besar Kelautan UMI dikukuhkan di Auditorium Al-Jibra, Kampus UMI Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sabtu (8/2/2025).
Profesor yang dikukuhkan itu adalah Prof Abdul Rauf, Prof Danial, dan Prof Rustam. Mereka dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, merespons positif perkembangan UMI yang semakin menunjukkan komitmennya dalam pengembangan akademik.
Bertambahnya tiga profesor itu menurut Prof Hambali, menjadi bukti bahwa UMI mampu bersaing di tingkat global.
“Pengukuhan profesor bukan hanya seremonial, tetapi merupakan pengakuan terhadap dedikasi, inovasi, dan kontribusi terhadap keilmuan serta masyarakat,” kata Prof. Hambali Thalib.
Sebagai seorang profesor, lanjut Prof Hambali Thalib, pengukuhan ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari puncak pengabdian.
“Gelar profesor mengharuskan kita untuk terus melakukan riset inovatif,” jelas Prof Hambali Thalib.
Teknologi Penginderaan Jarak jauh
Prof Dr Abdul Rauf adalah profesor di bidang ilmu teknologi kelautan.
Penelitiannya berjudul Peran Teknologi Penginderaan Jauh dalam Sistem Informasi Geografis untuk Pemanfaatan Sumber Daya Pesisir dan Laut dalam Mendukung Ekonomi Biru.
Teknologi penginderaan jauh di wilayah pesisir dan laut berperan penting dalam mendukung ekonomi biru dengan memungkinkan pemantauan yang efisien, akurat, dan berkelanjutan terhadap berbagai aspek sumber daya laut seperti perikanan, ekosistem pesisir, polusi, energi terbarukan, dan pariwisata.
Ecofishing Fort
Prof Dr Danial adalah profesor di bidang sistem dan pemodelan perikanan kelautan. Penelitiannya berjudul Pengembangan Sistem dan Pemodelan Pelabuhan Perikanan Berbasis Ecofishing Port.
Prof Danial mencatat bahwa pada tahun 1970 pelabuhan perikanan mulai mendapat perhatian pemerintah.
Sulsel memiliki panjang garis pantai 1.973 km, hampir sama dengan garis pantai Thailand, namun hanya sedikit pelabuhan perikanan yang sekelas PPI (tipe D).
“Permasalahan yang terjadi di hampir seluruh pelabuhan perikanan adalah faktor alam, seperti pendangkalan di kawasan perairan pelabuhan yang menghambat aktivitas perikanan,” kata Prof Danial.
Dia melanjutkan, “Beberapa upaya pencegahan antara lain pengelolaan sedimentasi, pengerukan, rekayasa infrastruktur, serta penegakan hukum.”
Sumber Daya Pesisir
Prof Dr Rustam membawakan penelitian tentang Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Laut Berbasis Daya Dukung Lingkungan.
Indonesia memiliki potensi besar dari sumber daya pesisir dan laut, dengan panjang pantai mencapai 95.181 km dan 17.450 pulau.
Potensi ini mencakup sumber daya yang dapat diperbaharui seperti ikan, terumbu karang, dan kepiting, serta sumber daya yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi, gas, bahan tambang, dan mineral.
“Dalam pengembangan wilayah pesisir, faktor yang sangat mempengaruhi adalah luas dan karakteristik wilayah, dinamika biofisik, serta dimensi ekonomi, sosial budaya, dan politik. Dinamika ini mempengaruhi daya dukung lingkungan, dan semakin tinggi kualitas penduduk, semakin besar dampaknya terhadap pemanfaatan pesisir,” jelas Prof Rustam.
Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait fenomena air laut yang menghitam di daerah pesisir akibat sampah masyarakat yang masuk ke wilayah perairan tanpa penyaring.
Oleh karena itu, pengelolaan kawasan pesisir sangat penting untuk menjaga ekosistem kelautan.
Penyumbang Profesor Terbanyak
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sultan Batara, Andi Lukman, mengapresiasi UMI sebagai penyumbang profesor terbanyak di Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
“UMI telah menunjukkan komitmennya dalam mencetak pemimpin masa depan yang berkualitas,” kata Andi Lukman.
Dia juga yakin bahwa UMI akan terus melahirkan guru besar berkualitas. Salah satu buktinya, tiga Guru Besar Kelautan UMI dikukuhkan (re)













