MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Sebanyak 200 kepala sekolah dan pengawas ngumpul di BBGP Sulsel, selama tiga hari.
Mereka mengikuti Sosialisasi Perubahan Pengelolaan Kinerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah, tanggal 20-22 Desember 2024.
Kepala Balai Besar Guru Penggerak Sulawesi Selatan, Dr Arman Agung MPd ketika membuka kegiatan tersebut, mengatakan, guru tak lagi hanya sebagai pengajar, tetapi harus juga bisa menjadi fasilitator dan motivator bagi murid.
Dia juga mengatakan, di era sebelumnya, guru akan tersinggung jika ada siswa yang berani mendebat. Berbeda dengan saat ini.
“Guru harusnya bisa mengapresiasi murid yang mendebat,” kata Arman.
Kepala BBGP Sulsel itu juga mengingatkan, agar guru mencari sumber pembelajaran yang lebih banyak untuk menambah pengetahuan.
Penanggung jawab kegiatan Sukimin Sulian melaporkan, sosialisasi ini diikuti 200 peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Sukimin mengatakan, peserta sosialisai akan mendapat materi dari nara sumber dari pusat selama kegiatan berlangsung.
Dikatakan pula, sekitar 85.000 guru akan mendapatkan sosialisasi perubahan pengelolaan kinerja.
Kerja Sama BKN
Sebagai informasi, Badan Kepegawaian Negara dan Kemendikdasmen menandatangani Surat Edaran Bersama tentang Sistem Informasi Kinerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah.
Penandatanganan kerja sama itu yang berlangsung, Senin (9/12/24) di Jakarta itu merupakan manifestasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita ke-4.
Saat itu Presiden Prabowo Subianto, menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kualitas, kompetensi, dan kinerja ASN di lingkungan pendidikan.
Upaya ini diharapkan dapat menghasilkan generasi muda andal, yang dalam jangka panjang akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Di momen itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan, mulai tahun 2025 pengelolaan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah akan lebih sederhana.
Fokus Pda Tugas Utama
Dengan tiga kemudahan dalam pengelolaan kinerja tahun 2025, para guru tidak perlu menghabiskan waktu memenuhi pengelolaan e-Kinerja.
“Sekali lagi kami tekankan bahwa perubahan ini dirancang untuk memberi ruang bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah agar dapat fokus pada tugas utamanya.
Yaitu, menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid, sekaligus tetap mendukung semangat belajar sepanjang hayat dengan pendekatan yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan dan tantangan di lapangan. (re)













