BERITA TERKINIRAGAM INFO

Baznas Sinjai Latih Dai Dan Imam Masjid

×

Baznas Sinjai Latih Dai Dan Imam Masjid

Sebarkan artikel ini
Baznas Sinjai latih dai dan imam masjid di Gedung Pertemuan Jl Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

MAKASSARCHANNEL, SINJAI – Baznas Sinjai latih dai dan imam masjid di Gedung Pertemuan Jl Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Sebanyak 40 calon dai dan imam masjid di Gedung Pertemuan Jl Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai tersebut.

Pelatihan ini melibatkan Ma’had Al-Birr Unismuh Makassar yang merupakan perwakilan Yayasan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF).

Ketua Baznas Sinjai, Ahmad Muzakkir, mengatakan, pelatihan tersebut dilakukan untuk menghasilkan dai-dai dan imam masjid yang siap pakai.

“40 orang ini dilatih jadi dai dan calon imam untuk memenuhi kekurangan dai dan imam masjid selama ini,” kata Ahmad Muzakkir, Senin (21/6/2021) pagi.

Berita Terkait :
Umat Islam Sinjai Boleh Tarawih Di Masjid, Ini Syaratnya

Dikatakan, pelatihan dai dan imam masjid ini digelar, setelah menerima keluhan dari masyarakat dan aparat desa tentang kurangnya mubaligh dan imam masjid yang profesional selama ini.

“Kita berharap kepada para calon dai dan imam masjid mampu mensyiarkan Islam dan mencerahkan masyarakat di tingkat desa,” kata pembina di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Puce ini.

Kekurangan Imam

Selama ini, lanjut Ahmad Muzakkir, masyarakat kekurangan dai dan imam masjid khususnya di daerah pelosok Sinjai. Jumlah mubaligh dan imam masjid yang berkualitas di Sinjai masih sangat minim.

Dikatakan, pelatihan ini baru langkah awal dan hanya melibatkan 40 orang yang berasal dari satu orang per desa. Rencananya, setelah pelatihan ini masih akan dilanjutkan gelombang ke dua sebanyak 80 orang.

Berita Terkait :
LKA MPM UIN Alauddin Serahkan Alquran Wakaf di Sinjai

Muzakkir menyebut training khatib dan imam ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Sinjai di bidang keagamaan.

“Baznas sebagai lembaga non struktural dari pemerintah harus mensupport pemerintah daerah dalam menjalankan programnya terutama di bidang keagamaan,” katanya.

Direktur AMCF, Lukman Samad, mengatakan dalam pelaksanaan training ini peserta dibekali berbagai keterampilan atau skil terkait dengan dunia dakwah agar wawasan dan pengetahuan yang didapatkan betul-betul bisa mencerahkan umat, juga bisa menjadi mitra dengan pemerintah membina masyarakat. (fir)

Tinggalkan Balasan