BERITA TERKINIRAGAM INFO

Update Gempa Flores: 68 Meninggal, 213 Luka-luka, 12.000 di Pengungsian Darurat

×

Update Gempa Flores: 68 Meninggal, 213 Luka-luka, 12.000 di Pengungsian Darurat

Sebarkan artikel ini
Update Gempa Flores: 68 Meninggal, 213 Luka-luka, 12.000 di Pengungsian Darurat sesuai data BNPB hingga Selasa (18/8/2026)
Evakuasi korban Gempa Flores. (Foto: Instagram Basarnas)

MAKASSARCHANNEL – Sesuai data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Selasa (18/8/2026) pagi, jumlah korban jiwa gempa bumi M 7,7 di Flores, NTT, tercatat 68 orang meninggal dunia. Sementara 213 orang mengalami luka-luka, dan sekitar 12.000 warga masih bertahan di lokasi pengungsian.

Baca Juga: Gempa Susulan M 5,2 Guncang Ruteng NTT Minggu Pagi

Jumlah korban jiwa masing-masing di Kabupaten Manggarai 26 orang dan Kabupaten Manggarai Timur 24 orang. Selain itu 8 orang di Kabupaten Nagekeo, 4 orang di Kabupaten Sikka. Kemudian 2 orang di Kabupaten Ende, 2 orang di Kabupaten Manggarai Barat, dan 2 orang di Kabupaten Ngada.

12.000 di Pengungsian Darurat

BNPB mencatat 12.000 warga korban bencana gempa yang terjadi Sabtu (15/8/2026) pagi itu terpaksa bertahan di posko-posko pengungsian darurat.

Baca Juga: BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Gempa di Flores

Umumnya rumah mereka mengalami kerusakan, juga masih bertahan untuk menghindari risiko gempa susulan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 2.119 kali gempa bumi susulan (aftershocks) pasca-gempa utama. Gempa susulan terbesar M 6,2, dengan total 70 kali gempa yang guncangannya dirasakan langsung masyarakat di daratan.

Jumlah 12.000 orang adalah total tercatat di BNPB, namun belum merinci di semua kabupaten. Kecuali, data awal menunjukkan bahwa jumlah pengungsi terbanyak di Kabupaten Sikka 3.300 orang, 2.000 orang di Kabupaten Manggarai, dan 500 orang di Kabupaten Nagekeo.

Baca Juga: Gempa Dahsyat Mengguncang Flores

Sementara ratusan warga mengungsi secara mandiri hingga ke luar wilayah Flores seperti di Bima (NTB) dan Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan).

Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan

Sementara BNPB mencatat sebanyak 21 rumah sakit (RS) terdampak gempa.

Tiga di antaranya mengalami rusak berat yakni RS Ruteng di Kabupaten Manggarai, RS Pratama Raja di Kabupaten Nagekeo, dan RS Aeramo juga di Kabupaten Nagekeo.

Baca Juga  Seleksi Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Islam Negeri, Ini Proses dan Tata Caranya

Sedangkan hingga Senin (17/8/2026) BNPB mencatat 253 satuan fasilitas pendidikan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Mulai dari retakan hingga dinding dan atap runtuh.

Rincian kerusakan adalah 199 satuan pendidikan mengalami kerusakan meliputi bangunan PAUD/TK, SD, SMP, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kemudian 54 satuan fasilitas pendidikan meliputi sekolah SMA, SMK, dan sekolah luar biasa.

Kerusakan Infrastruktur

Hingga Selasa 18 Agustus, akses jalan darat utama yang menghubungkan Kabupaten Ende dengan Kabupaten Nagekeo masih terputus total akibat runtuhan batu dan retakan tanah.

Sementara, jalur lintas darat Larantuka ke Maumere sudah berhasil dibersihkan dan dapat dilalui kendaraan logistik.

Sedangkan Kementerian Perhubungan melaporkan 5 Bandar Udara (Bandara) mengalami kerusakan fisik. Kerusakan terjadi pada area gedung terminal penumpang.

Sedangkan dua pelabuhan yang mengalami kerusakan fisik struktural, yakni Pelabuhan Reo di Manggarai dan Pelabuhan Maumere di Sikka.

Langkah Tanggap Darurat

Pemerintah pusat melalui BNPB hingga Senin, mengirimkan 50.000 paket sembako (275 ton bantuan) yang diangkut bertahap menggunakan pesawat Hercules TNI AU ke Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Sedangkan armada darat dari Pos Logistik Labuan Bajo terus bergerak mendistribusikan ratusan unit tenda keluarga terpal dan kasur lapangan (velbed).

Pemerintah juga mendirikan rumah sakit lapangan, salah satu nya di Kecamatan Reok, Manggarai untuk layanan kesehatan darurat

Karena jalur darat utama Ende – Nagekeo masih lumpuh, TNI Angkatan Laut menggunakan kapal perang Koarmada VII untuk menyalurkan logistik via jalur laut. ***

Tinggalkan Balasan