Menurut Dedi, hasil survei ini menggambarkan bahwa nama-nama potensial seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Sandiaga Uno masih stagnan atau tetap seperti survei sebelumnya.
Dedi mengatakan juga bahwa di urutan keenam ada nama Ridwan Kamil dengan 6,2 persen, dan Erick Thohir di urutan ketujuh dengan 4,7 persen. Urutan delapan ada Tito Karnavian dengan 3,6 persen.
Urutan sembilan ada Airlangga Hartarto dengan 2,5 persen, disusul Zulkifli Hasan di urutan 10 dengan 1,9 persen.
Hasil tersebut, menurut Dedi, menunjukkan bahwa ada nama-nama potensial lainnya yang mulai merangkak naik dalam simulasi Pilpres.
Berita Terkait :
Anies Baswedan Unggah Video Ceramah Ustad Dasa’ad
“Nama-nama yang mulai dimunculkan oleh publik atau mendapat respons oleh publik ini mulai bergeliat. Saya kasih contoh Erick Thohir, dari posisi 0,2 di bulan April survei IPO, dia meningkat tajam menjadi 4,7 persen dan sekarang mendekati Ridwan Kamil,” katanya.
Menurut dia, kenaikan elektabilitas Erick Thohir tidak terlepas dari sejumlah program kerja dalam penanganan pandemi. Publik melihat kinerja Erick sebagai menteri dalam penanganan pandemi.













