BERITA TERKINIEDUKASI

Pelatihan BCKS 2026 Berakhir

×

Pelatihan BCKS 2026 Berakhir

Sebarkan artikel ini
Setelah berlangsung sepuluh hari, Pelatihan BCKS 2026 yang diselenggarakan oleh BBGTK Sulsel berakhir, Kamis, 3 September 2026 malam.
BCKS 2026 - Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sulawesi Selatan, Dr Arman Agung MPd, foto bersama peserta pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah saat prosesi penutupan acara di Ruangan Kahyangan Karebosi Premier Hotel Makassar, Kamis, 3 September 2026 malam. (Foto M Rusdy Embas/ MAKASSARCHANNEL)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Setelah berlangsung sepuluh hari, Pelatihan BCKS 2026 yang diselenggarakan oleh BBGTK Sulsel berakhir, Kamis, 3 September 2026 malam.

Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan menggelar pelatihan BCKS tahun 2026 di Karebosi Premier Hotel Makassar.

Sebanyak 148 peserta dari 24 kabupaten/kota se Sulsel mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari satuan pendidikan PAUD hingga SMA/SMK.

Sejak Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Dr Iwan Junaedi SSi, MPd, membuka kegiatan tersebut peserta pelatihan mengikuti pembelajaran dalam kelas dan luar kelas melalui kegiatan shadowing ke 25 sekolah pilihan.

Kepala BBGTK Sulawesi Selatan, Dr Arman Agung MPd, dalam sambutannya para prosesi penutupan kegiatan mengatakan, malam ini merupakan awal dari sesuatu yang baru bagi bakal calon kepala sekolah.

Kepada peserta pelatihan yang memadati Pulau Khayangan Ballroom Karebosi Premier Hotel Makassar, Arman Agung mengingatkan bahwa mereka akan memasuki babak baru.

“Malam ini merupakan awal sesuatu yang lain dari sebelumnya,” kata Arman Agung.

Optimalkan Keunggulan

Peserta pelatihan menurut Arman Agung, ada bakal, ada calon, dan ada plt kepala sekolah. Bahkan ada guru yang terpilih mengikuti pelatihan setelah melalui proses penjaringan yang panjang.

Dia mengingatkan, salah satu aktivitas shadowing yang merupakan sarana menggali banyak hal sebagai bakal calon kepala sekolah. Dalam proses itu, peserta pelatihan seharusnya membayangkan dirinya sebagai kepala sekolah pada satuan pendidikan yang dikunjungi itu.

Dari kunjungan itu, seharusnya sudah terbayang keunggulan apa perlu bakal calon kepala sekolah optimalkan saat menjadi kepala sekolah setelah menyelesaikan pelatihan.

Arman Agung mengingatkan bahwa kondisi satuan pendidikan di tempat melakukan shadowing berbeda dengan sekolah yang dipimpin.

Baca Juga  Yeni Rahman Serahkan Buku Klinik Inklusi Kepada Presiden PKS

Inovator Dan Pengayom

Dia mengatakan, peserta pelatihan akan memasuki babak baru. Kepala sekolah bukan hanya sebagai administrator tetapi juga harus memiliki visi yang kuat dan menjadi coach bagi guru di sekolah tempatnya memimpin.

Pengalaman menggali informasi saat melakukan shadowing, lanjut Arman Agung, tidak hanya mempelajari praktik baik kepemimpinan di sekolah yang dikunjungi.

Tetapi praktik buruk bisa kepala sekolah manfaatkan agar tidak terjadi di kepala sekolah yang dia pimpinan.

Jadilah kepala sekolah yang visioner dengan pandangan yang jauh ke depan dan menjadi inovator sekaligus pengayom.

Pelatihan Paling Komprehensif

Sebelumnya, Prof Masyhur mewakili fasilitator mengatakan, inilah pelatihan paling komprehensif yang pernah dengan metode dan sistem pembelajaran sempurna.

Dia berharap alumni pelatihan menjadi kepala sekolah yang luar biasa di masa datang.

“Maka bersyukurlah karena BBGTK Sulawesi Selatan menyelenggarakan pelatihan bakal calon kepala sekolah,” Prof Masyhur.

Sementara itu, peserta pelatihan Syarifuddin dari Bone-Bone Luwu Utara dalam pesan dan kesannya mengaku mendapat beragam ilmu luar biasa yang fasilitator berikan.

“Setekah pelatihan ini, pemahan tentang kolaborasi dan jejaring semakin kuat. Itu menjadi bekal untuk membuat inovasi yang lebih bagus lagi,” kata Syarifuddin.

Dia melanjutkan, “Pelatihan boleh berakhir tetapi kolaborasi terus terjalin.”

Panitia menetapkan peserta pelatihan terbaik dari setiap kelas. Mereka adalah:

1.Kelas A, BAMBANG WAHYUDI (SD INPRES MALLENGKERI 1 MAKASSAR)

2.Kelas B, LIATI (SD INPRES PAGANDONGAN MAKASSAR)

3.Kelas C, RAHMANINGSIH (SD NEGERI WALANAE, SOPPENG)

4.Kelas D, ASRULLAH (SMP NEGERI 12 PARE PARE)

5.Kelas E, SURYA NINGSIH (SMA NEGERI 1 BONE)***

Tinggalkan Balasan