BERITA TERKINIPendidikan

Mengukir Prestasi Global, Dian Pratiwi Mahasiswa STIKES Panakkukang Makassar Lolos ke IYEN Malaysia 2026

×

Mengukir Prestasi Global, Dian Pratiwi Mahasiswa STIKES Panakkukang Makassar Lolos ke IYEN Malaysia 2026

Sebarkan artikel ini
Dian Pratiwi
Foto : Dian Pratiwi melewati seluruh tahapan seleksi dan persiapan ketat bersama jajaran pemuda terbaik dari seluruh penjuru Tanah Air

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR — Selasa, 28 Juni 2026,  Mahasiswa kesehatan asal Sulawesi Selatan kembali membuktikan daya saing mereka di tingkat dunia. Dian Pratiwi, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Panakkukang Makassar, berhasil mengamankan posisi sebagai Delegasi Indonesia dalam program kepemudaan bergengsi Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) di Malaysia.

Pencapaian ini memperpanjang deretan prestasi yang telah Dian raih sebelumnya. Sebelum mengunci tempat di ajang internasional ini, ia sudah mengukir nama sebagai Duta Kampus Sulawesi Selatan, mengamankan gelar Runner Up II Puteri Entrepreneur Sulawesi Selatan, serta mengemban peran sebagai Campus Ambassador. Keberhasilan ini menegaskan bahwa calon tenaga kesehatan Indonesia memiliki kapasitas kepemimpinan yang tangguh di kancah global.

Mengenal Platform Kepemudaan IYEN

Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) merancang program ekskursi pemuda ini untuk membuka ruang belajar lintas negara secara langsung. Melalui rangkaian kegiatan di luar negeri, para peserta mendalami sejarah, memperkaya pemahaman budaya, serta membangun jejaring sosial dengan pemuda dari berbagai negara.

Secara legalitas, IYEN menjalankan organisasinya berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor AHU-0005723.AH.01.04. Tahun 2025 yang terbit pada 27 Maret 2025 di Sleman, Yogyakarta. Lembaga ini mengusung visi besar untuk menghubungkan antargenerasi dan lintas budaya demi melahirkan calon pemimpin masa depan yang berwawasan luas serta berjiwa sosial tinggi.

Persiapan Matang Melalui Tahapan Seleksi Ketat

Dian Pratiwi menembus seleksi ketat ini setelah bersaing dengan pemuda-pemuda berbakat dari seluruh Indonesia (21-24 Juli 2026). Selanjutnya, ia menjalani pembekalan intensif yang terbagi ke dalam enam tahap persiapan mendalam:

  1. Welcoming Delegate: Mengikuti sesi penyambutan resmi dan perkenalan antarpeserta.

  2. Pembekalan Business Model Canvas (BMC): Menyusun kerangka gagasan proyek secara terstruktur.

  3. Tips Presentasi Proyek (Project): Mengasah strategi penyampaian ide agar tampil memikat di depan audiens global.

  4. Meeting Koordinasi Intensif: Menyelaraskan seluruh kesiapan teknis, logistik, dan aturan program.

  5. Pitching & Simulation: Melatih kemampuan kepemimpinan melalui simulasi presentasi interaktif.

  6. Final Briefing: Memantapkan seluruh persiapan akhir sebelum berangkat ke lokasi acara.

Baca Juga  Publikasionline.id Rayakan HUT ke-5 dengan Kunjungan Studi ke Arsip Nasional Republik Indonesia

Melalui pelatihan soft skills dan koordinasi daring yang padat ini, Dian memperkuat rasa percaya dirinya untuk mewakili bangsa di tingkat internasional.

Menggali Wawasan di Kampus Terbaik Malaysia

Selama berada di Malaysia, Dian Pratiwi bersama seluruh delegasi menjalankan dua agenda utama yang berfokus pada pengembangan akademik dan kepemimpinan:

  • Presentation Youth Project

    Dalam sesi konferensi ini, para delegasi mempresentasikan makalah dan proyek inovatif mereka. Diskusi interaktif ini membuka peluang kolaborasi lintas disiplin ilmu sekaligus memperluas jaringan profesional antarpeserta.

  • World’s Top Universities Malaysia (Campus Visit)

    Para peserta mengunjungi kampus-kampus kelas dunia di Malaysia untuk mempelajari sistem pendidikan dan perkembangan teknologi terbaru. Kunjungan ini mencakup dua institusi besar:

    • Universiti Malaya (UM): Kampus yang konsisten menduduki jajaran Top 50 Universitas Terbaik di Asia (versi QS & Times Higher Education Asia Rankings) serta unggul dalam bidang riset.

    • International Islamic University Malaysia (IIUM): Perguruan tinggi yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai multikulturalisme secara seimbang.

Dukungan Orang Tua dan Langkah Nyata ke Depan

Dian Pratiwi berhasil melangkah sejauh ini berkat izin resmi dari kampus serta dukungan penuh orang tuanya yang bertindak sebagai sponsor utama selama program berlangsung.

“Menjadi delegasi resmi Indonesia di ajang IYEN merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar. Saya mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada kedua orang tua atas doa, dorongan moral, dan dukungan finansial yang mereka berikan. Melalui ajang ini, saya ingin mengharumkan nama STIKES Panakkukang Makassar dan membuktikan bahwa mahasiswa kesehatan mampu bersaing di tingkat internasional,” ungkap Dian.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian program IYEN, Dian berjanji akan terus melanjutkan proyek inovatif yang telah ia rancang. Selain itu, ia berniat memanfaatkan jaringan internasional ini untuk menggalang kolaborasi bermanfaat serta membagikan pengalaman kepemimpinannya kepada generasi muda di daerah asal. “Art”

Baca Juga  Luncurkan Aplikasi Ogo Transport, Anak Bulukumba Juga Bisa

Tinggalkan Balasan